SIKAP BEM UNRAM TERHADAP SENGKETA LAHAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA DAN TAMBORA

SIKAP BEM UNRAM TERHADAP SENGKETA LAHAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA DAN TAMBORA

(BEM UNRAM)- 

Suatu ironi nyata dapat kita lihat saat ini, bagaimana terbitnya surat Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tertanggal 19 Agustus 2020 yang memberitahukanpengosongan lahan sengketa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mencerminkan arogansi dan pengabaian terhadap hak-hak dan asas keadilan terhadap masyarakat pemilik lahan (koranntb.com). Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pihak ITDC maupun pemerintah tidak memprioritaskan penyelesaian sengketa lahan dengan masyarakat, melainkan lebih mementingkan percepatan pembangunan SirkuitMotoGP Mandalika. Hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai upaya diskriminatif pemerintah maupun pihak ITDC yang lebih mementingkan pihak korporasi maupun investor asing diatas kepentingan rakyat. Tentu saja hal tersebut tidak dapat dibenarkan, karena pembangunan seharusnya mampu memberikan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat, terutama bagi masyarakat yang berada disekitar kawasan tersebut.

Langkah ITDC melalui terbitnya surat tentang pengosongan lahan KEK Mandalika tentu saja tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk tindakan mengancam dan cara intimidatif yang tentu saja melanggar hak-hak warga lokal pemilik lahan. Padahal  sejatinya masyarakat hanya meminta kompensasi yang adil dan merata bagi lahan yang disengketakan, tetapi nyatanya harga yang dibayarkan tidak sesuai, selain itu juga terdapat beberapa masyarakat yang bahkan belum menerima kompensasi padahal tanahnya telah digunakan oleh pihak ITDC. Jika melihat secara hukum, ITDC sebagai badan hukum perdata tidak memiliki hak dan kewenangan mengambil alih lahan warga secara sepihak, segala bentuk proses eksekusi atau pengosongan lahan harus melalui putusan pengadilan. Jika hal tersebut dilakukan oleh pihak ITDC tentu saja dapat dianggap sebagai tindakan melawan hukum dan melanggar HAM warga lokal pemilik lahan. Hal tersebut menjadi potret nyata, bagaimana selayaknya kapitalisme, pemilik modal, maupun pemegang kekuasaan bekerja, sebagai upaya untuk melanggengkan yang dikatakan sebagai sebuah “pembangunan” dengan cara menjatuhkan rakyat kecil yang tidak berdaya.

Maka melalui hal ini, BadanEksekutifMahasiswaUniversitasMataram (BEM UNRAM) menghimbau kepada pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan pemerintah untuk secara serius menyelesaikan permasalahan sengketa lahan yang terjadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika secara adil dan merata, serta menjunjung tinggi kesejahteraan rakyat.

 

  1. PENGGUSURAN LAHAN TAMBORA

Perseroan Terbatas Sanggar Agro Karya Persada (PT. SAKP) Anak Perusahaan Pan Brother Grup memiliki dua Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamtan Sanggar dan Tambora. HGU pada tahun 1996 seluas 598,8 ribu Hektare area (Ha) dan HGU 1999 seluas 3.962 (Ha).

Setelah puluhan tahun dilentarkan (1996-2014) PT. SAKP datang mengklaim bermodalkan Surat Ijin Usaha Perkebunan (SIUP) yang dikeluarkan PLT Bupati Bima, H. Syafrudin. Padahal Dua Kali BPN NTB mengeluarkan surat peringatan terhadap PT. SAKP (2000 dan 2001) untuk perusahaan agar mengelola secara baik dan tidak menelantarkan dengan ancaman pencabutan HGU.

 Padahal sejak sebelum perusaahaan ini datang, masyarakat sudah mulai beraktifitas hingga pada tahun 2012 melalui Perda Kabupaten Bima, Oi Katupa resmi menjadi desa Pemekaran. Oleh Perda tersebut, luas wilayah desa itu seluas 5000 HA.

 2015 PT. SAKP datang mengklaim, setelah semuanya tertata dan menjadi tatanan. Ratusan HA di Desa Oi Katupa beberapa tahun terakhir tergusur. Hari-hari ini aktivitas penggusuran masih dilanjutkan. Perkampungan, pertanian, perkebunan, sekolah dan Tempat Pemakamam Umum.

 Bila tidak dihentikan segera, PT.SAKP akan menggusur satu kehidupan masyarakat Desa. Desa dalam UU Desa merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia sebagai Sebuah bangsa. Membiarkan ini terjadi berarti negara menyampu kehidupan warga negaranya. Atas nama apapun, investasi tidak boleh mendikte, meneror, membunuh dan membantai kehidupan warga negara. Negara tidak boleh berdagang kemakmuran disisi lain dengan melululantahkan kemakmuran satu entitas masyarakat.

 Sekarang, nasib kehidupan 462 Kepala Keluarga (KK) berada ditangan PT.SAKP. Negara tidak boleh kalah dengan MESIN. Melalui petisi ini, kami memohon kepada Presiden Jokowi, DPR RI, Komnas HAM, Gubernur NTB, Bupati bima dan semua yang memiliki kemanusiaan untuk menghentikan Penggusuran Masrakat Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, NTB.

 Mereka berhak hidup diatas tanahnya sendiri tanpa kungkungan TIRANI PT.SAKP. HENTIKAN PENGGUSURAN MASYARAKAT DESA OI KATUPA, CABUT HGU PT. SAKP, mereka berhak terjaga, bahagia, selamat sentausa sebagaimana tujuan kita bernegara. Atau negara datang sendiri menyapu mereka. Lebih baik negara datang membantai mereka dibandingkan mereka dibantai mesin-mesin coorporate.

untuk itu kami BEM UNRAM menuntut pemerintah daerah untuk menyelesaikan semua perkara yang sedang melukai kesejahteraan masyarakat. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Perseroan Terbatas Sanggar Agro Karya Persada (PT. SAKP) Anak Perusahaan Pan Brother Grup agar segera unutk memberhentikan tindakan yang melukai masyarakat dan setidak tidaknya memberikan konpensasi kepada seluruh masyarakat yang merasa telah dirugikan akibatnya. dan untuk pemerintah daerah melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam sektor ekonomi, pendidikan dan keterampilan.

Pernyataan SIKAP BEM UNRAM;

  1. Mengecam tindakan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atas penggusuran secara paksa yang dilakukan.
  2. Mengecam tindakan Perseroan Terbatas Sanggar Agro Karya Persada (PT. SAKP) atas perampasan lahan milik masyarakat.
  3. Menuntut pemerintah daerah agar penggusuran dan perampasan lahan segera diberhentikan (STOP) dan memberikan masyarakat yang dirugikan konpensasi.
Rayakan Hari Kemerdekaan, Bem Unram Adakan Environment Camp

Rayakan Hari Kemerdekaan, Bem Unram Adakan Environment Camp

(BEM UNRAM)- Bertepatan dengan momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun.  Kementerian lingkungan hidup BEM universitas menggelar kegiatan Environment  Camp yang bertempat di Bukit Korea ,  Desa Dopang Kecamatan Gunungsari Kabupaten  Lombok Barat.

 Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan beberapa kegiatan yang sangat menarik.  Sehingga menambah kesan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ialah sebagai berikut :

  • Diskusi Seputar Pariwisata Lingkungan
  • Kegiatan Cleaning atau bersih-bersih bertujuan untuk menjaga keasrian lokasi pariwisata khususnya Bukit Korea sebagai salah satu tempat wisata, kegiatan ini juga dirangkaikan di sekitar lokasi dengan mengumpulkan sampah yang berserakan.
  • Go Green Mengingat banyaknya permasalahan penggundulan hutan, kebakaran hutan, penebangan pohon secara illegal, maka kegiatan ini dirangkaikan dengan penanaman pohon sebanyak 100 bibit pohon yang terdiri dari 50 bibit pohon Durian dan 50 bibit pohon Flamboyan. Penanaman pohon ini dilakukan di sekitar lokasi kegiatan.
  • Upacara Kemerdekaan Dalam rangka menyambut momentum kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun.

 Kegiatan ini dihadiri langsung oleh  Dinas LHK, WALHI, Komunitas Kebun Buku, UKM Pramuka Universitas Mataram, RPH Rinjani  Barat, BEM Universitas Mataram, delegasi dari BEM Fakultas Universitas Mataram serta dibersamai oleh masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga ditemani oleh pihak kapolsek Dopang

 Menurut Dziqran Mentri lingkungan Hidup BEM UNRAM Kegiatan ini merupakan salah satu program ikhtiar kita yang bertujuan agar memberikan  edukasi kepada masyarakat sekitar agar tetap menjaga kelestarian alam dilangsungkan sekitar sebagai aset bagi anak cucu di masa yang akan datang, selain daripada itu, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini sendiri adalah untuk menjaga lingkungan, mitigasi bencana dan menumbuhkan pariwisata baru di pulau Lombok.

Kebakaran Ntonggu, BEM Unram Salurkan Bantuan

Kebakaran Ntonggu, BEM Unram Salurkan Bantuan

(BEM UNRAM)- Kebakaran yang melanda desa Ntonggu, Bimatanggal 30 Juli 2020 menyebabkan 37 rumah yang dilalap si jago merah, 6 rumah rusak ringan ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran disebabkan gas yang bocor.

Hingga saat ini, warga yang rumahnya terkena kebakaran masih mengungsi di tenda yang didirikan pemerintah daerah dan ada juga yang mengugsi di rumah tetangga.

Forum mahasiswa sosial masyarakat Universitas Mataram (Formas Unram), yang didukung juga oleh seluruh birokrasi. Menyalurakan donasi untuk para korban kebakaran, setelah melakukan penggalangan dana selama Dua hari dan mendapatkan dana sebesar Rp 9.699.700.

Seluruh hasil donasi yang terkumpul, Formas membelikan kebutuhan apa yang menjadi keperluan warga yang  menjadi korban ganasnya si Jago merah.

“Warga masih membutuhkan tendon air, karena air bersih masih dibutuhkan warga. Dan tempat tidur mereka masih prihatin, banyak yang masih tidur sekedar beralaskan terpal,” kata Sukma Yuyun yang merupakan anggota Formas saat diwawancara di tepat penyaluran donasi.

Lukman yang merupakan penanggung jawab peneriman bantuan korban kebakaran merasa bangga kepada Mahasiswa yang sudah membantu korban “Kami sampaikan rasa bangga kepada mahasiswa yang telah membantu kami, datang dari mataram untuk mengantarkan donasi. Semoga apa yang menjadi niat baik adek-adek dibalas Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan mudahan bermanfaat untuk para korban,” tuturnya.

Tidak sampai disitu, mahasiswa yang tergabung ke Formas ini, membagikan susu dan jajan kepada anak-anak di sekitar korban kebakaran, dan disambut sangat senang.

“Melihat senyuman mereka, kami semakin semangat untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan,” kata Dina

 

 

Kampung Kreasi BEM Unram Resmi Dibuka

Kampung Kreasi BEM Unram Resmi Dibuka

Mataram (BEM UNRAM) – BEM Universitas Mataram bersama Kepala Bagian Kemahasiswaan serta perwakilan masyarakat secara resmi membuka kegiatan kampung kreasi yang diadakan di dusun Selemang, Desa Rembitan, kecamatan Pujut, Lombok Tengah kemarin (31/8). Kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga bulan kedepan ini mengusung tema merajut harmoni dalam wadah pengabdian. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya realisasi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat terutama didaerah dengan kategori terpencil.

 

“Dusun ini juga kami pilih karena minimnya infrastruktur, rendahnya tingkat pendidikan maupun kesehatan, serta pertanian,” jelas Ikmal, Ketua panitia Kampung Kreasi.

 

Hal ini juga diperjelas oleh sekretaris desa Rembitan, Bapak Kedim. Ia menjelaskan bahwa kondisi sumber daya manusia di dusun Selemang masih  minim, angka masyarakat kategori berpendidikan bahkan dapat dihitung dengan jari. Selain itu, keberadaan sekolah dasar satu-satunya di dusun tersebut tidak maksimal akibat kurangnya sarana dan prasarana pendukung.

 

Kondisi jalanan penghubung ke dusun tersebut juga sangat memprihatinkan. Jalanan berbatu dan rusak parah serta minim lampu jalan.

 

“Saat hujan jalanan akan sangat becek dan licin sehingga masyarakat sering khawatir ketika melintas. Begitupun saat musim kemarau, jalanan akan sangat berdebu,” tutur Sekdes Rembitan.

 

Melihat persoalan tersebut, BEM Universitas Mataram kemudian mengusung pengabdian dalam empat bidang yaitu bidang pendidikan melalui pengadaan taman baca dan relawan mengajar di sekolah setempat, bidang kesehatan melalui cek kesehatan gratis secara berkala, bidang infrastruktur melalui pengadaan lampu jalan, serta bidang soft skill melalui pelatihan dan pembinaan pertanian dengan cara hidroponik.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman melalui pembinaan dan pelatihan yang diadakan sehingga dapat diterapkan dan dilanjutkan di masa yang akan datang. Selain itu, melalui pengadaan taman baca diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak setempat sehingga sedikit lebih banyak dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat setempat. (didi)

Open Donasi Untuk Kampus Ungu

Open Donasi Untuk Kampus Ungu

26 Juni 2019, Mahasiswa Universitas Mataram yang dikomandoi oleh BEM UNRAM melakukan aksi kepada birokrasi kampus dengan berbagai tuntutan. Salah satu isi dari untutan tersebut adalah pemenuhan infrastruktur/fasilitas dalam proses belajar mengajar serta memperketat keamanan dengan menambahkan peralatan CCTV di masing-masing fakultas.

 

Berangkat dari aksi tersebut, 12 Juli 2019 BEM FT-UNRAM melakukan audiensi yang kedua kalinya bersama pihak Dekanat dengan agenda mem-follow up hasil audiensi yang pertama dan penyampaian aspirasi mahasiswa. Dalam audiensi tersebut disampaikan bahwa hasil dari audiensi yang sudah dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya dijalankan serta masih dalam proses untuk dipenuhi. Dikesempatan tersebut, BEM FT-UNRAM mengingatkan pihak Dekanat terkait dengan hasil aksi pada tanggal 26 Juni 2019 serta menyampaikan aspirasi dari mahasiswa tentang masalah kebersihan dan keamanan dikampus ungu tercinta. BEM FT_UNRAM meminta pihak dekanat untuk menyediakan tempat pembuangan akhir bagi sampah di Fakultas Teknik serta pengadaan CCTV sebagai sarana keamanan di Fakultas.

 

Didapatkan tanggapan yang baik terkait kedua permasalahan tersebut. Bapak Akmaluddin S.T.,M.Sc.(Eng).,Ph.D. selaku Dekan Fakultas Teknik langsung menginstruksikan bagian perlengkapan fakultas untuk memenuhi permintaan tersebut. Selepas dari pertemuan tersebut, BEM FT UNRAM tetap mem-follow up hasil pertemuan tersebut. Dari hasil follow up di simpulkan bahwa pengadaan tempat pembuangan akhir dan pengadaan CCTV difakultas teknik tidak bisa dilakukan di tahun ini.

 

Nyatanya instruksi yang disampaikan oleh Bapak Dekan hanyalah sebuah kata-kata dimana sampai saat ini, 29 Agustus 2019 bukannya permasalahan tersebut diselsesaika, malah tidak di indahkan. Pengadaan tempat pembuangan sementara sampah, pengadaan CCTV harus menunggu sampai tahun depan?Kami muak, kami bosan dengan cara pandang birokrasi saat ini, yang mendewakaan keuangan dibandingkan diatas segalanya maka dari setiap permasalahan tersebutj juga hadir memberikan solusi, bukan hanya untuk memperunyam masalah. Maka satu langkah pasti yang mau tidak mau harus kita lakukan sebgai mahasiswa, kita bergerak sendiri, kita biaya sendiri, kita donasi sebnyak mahasiswa yang ada!!

2 September 2019,tepatnya hari ini seluruh Ormawa fakultas teknik akan membuka donasi untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi. Mari bantu Fakultas kita untuk bangkit.
Salam Perjuangan !
#TeknikMeradang
#Donasikampusungu
#BantuKeuanganKampusUngu
KABINET KONTRIBUSI NYATA
Line : jlm0336x
Ig : @bemftunram
E-mail : bemftunram1@gmail.com
Fanpage Facebook : BEM FT Unram

OPEN DONASI Untuk Anak-anak di Desa Rembitan

OPEN DONASI Untuk Anak-anak di Desa Rembitan

Assalamua’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Hidup mahasiswa🔥
Hidup Rakyat Indonesia 🔥
Hidup Perempuan Indonesia🔥

Berhubung dengan adanya kegitan Kampung Kreasi di Desa rembitan, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram hadir dengan kegiatan Taman baca yang merupakan kegiatan untuk melestarikan literasi sejak dini terhadap anak2 di desa rembitan yang di mana mereka masih kurang dalam mendapatkan perhatian dan menambah motivasi belajar maka untuk menunjang tercapainya hal tersebut kami membuka OPEN DONASI untuk taman baca.
Open Donasi di buka:
🗓12 agustus -11 september 2019
Donasi dapat berupa :
1. Alat Tulis
-Pulpen
-buku tulis
-penghapus
-pensil
-Pensil warna
2. Buku pelajaran SD
3. Buku cerita untuk Paud – SD
4. Buku Gambar
5. Buku bacaan (Untuk anak”,Sd,SMP dan SMA)
6. Buku cerita bergambar

 

Adapun tata cara donasi:
1. Konfirmasi dgn menghubungi no. berikut:
☎082341505939 (Dania)
081917209977 (Shofi)

2. Donasi dapat langsung diserahkan ke sekret BEM Universitas Mataram. Atau dapat menghubungi no. di atas utk pengambilan Donasi

Jika ada 1000 orang untuk mengubah dunia maka aku 1 diantaranya, jika ada 100 orng untuk mengubah dunia maka aku 1 diantaranya, jika ada 1 ornag untuk mengubah dunia, maka itulah aku

Terima kasih. 🙏🏻

0
0