Kata Mereka Tentang BEM UNRAM

Kata Mereka Tentang BEM UNRAM

Assalamualaikum wr. wb.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia

Teman teman semua, menjadi seorang mahasiswa bukanlah hanya sebatas mengikuti kegiatan belajar mengajar saja, kita sebagai mahasiswa harus bisa mengasah kemampuan kita dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam hal mencari penyelesaian terkait isu isu yang berada baik di lingkungan kampus kita maupun di luar lingkungan kampus kita, agar peran kita sebagai mahasiswa yaitu agent of change bisa terealisasi kan dengan baik untuk itu kami dari,
BEM UNRAM Kabinet Irama Juang membuka kesempatan bagi kalian untuk bergabung dalam keluarga besar BEM UNRAM. Agar kita bisa berjalan bersama sama untuk memajukan kampus kita menjadi yang lebih baik

#SalamSatuGenggam

Persyaratan :
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Mahasiswa Baru 2019
3. Berkomitmen mwngikuti alur pendaftaran

Alur pendaftaran :
1. Mengisi form online di bit.ly/magangBEMU19
2. Mengumpulkan berkas pendaftaran sekaligus konfirmasi ke sekret BEM UNRAM (Gedung PKM Lt.1)
Lampiran :
-Fotocopy KTM
-Curiculum Vitae (CV)

Ketika seseorang mengatakan guru terbaik adalah pengalaman, maka carilah guru terbaik di tempat yang terbaik. Kami tunggu kehadiranmu di jalan juang ini!

#OpenRecruitmentMagang
#BEMUNRAM2019

Ttd,
Aprianto
(Ketua Panitia)

Muhammad Fachry
(Menteri PPSDM)

Mengetahui,
Muhammad Amri Akbar (Ketua BEM UNRAM 2019)
___________________________
Info lebih lanjut 🔎
Narahubung
Presma BEM Unram : @muh_amri_akbar
Menteri medkominfo : @ahmadfatoni_dp
Facebook : BEM Universitas Mataram
Instagram : @bemunram
Twitter : @bemunram

Sosialisasi BEM SI Ke STP Matarm

Sosialisasi BEM SI Ke STP Matarm

Mataram – BEM Universitas Mataram melakukan kunjungan ke-5 dalam agenda Roadshow Sosialisasi Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Selasa (13/8).

Setelah beberapa hari yang lalu mengadakan kunjungan  ke BEM Poltekkes, BEM Unram  melanjukan kunjungan ke-5 ke BEM STP Mataram . Masih seperti kunjungan sebelumnya ke IKIP Mataram, Unizar, BEM Ummat, dan BEM Poltekkes, BEM Unram memaparkan hal yang sama terkait tugas struktural BEM Unram sebagai koordinator Wilayah Bali Nusra, struktur kepengurusan dan agenda BEM SI dan Kordinator isu serta ajakan untuk ikut andil dalam struktural BEM SI yang telah menghimpun kampus-kampus besar di Indonesia sampai  kepada pelaksanaan Munas ke XIII BEM SI yang akan dilaksanakan di Unram pada Februari 2020 yang merupakan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional BEM SI di Bangka Belitung. Selain terkait pergerakan BEM SI, aliansi Forum Perempuan BEM SI juga ikut dibahas dalam pertemuan ini.

BEM Unram disambut antusias oleh rekan-rekan STP Mataram dan menyambut kedatangan BEM Unram dengan terbuka. Dalam roadsow kali ini BEM Unram juga ditemani langsung oleh Sekjend dari BEM Unram dan panita Munas BEM SI devisi Humas. Diskusi yang berlangsung selama 2 jam disertai dengan sesi tanya jawab, kawan-kawan STP Mataram menanyakan terkait dengan manfaat bergabung dalam BEM SI itu sendiri. “Tentu saja menambah link dan menjaga silaturrahmi sahabat, kawan, dan saudara .” Jawab tenang saudara Lalu Aryapanji Adipatiwardana selaku pj roadhshow BEM SI di Lombok.
Pertanyaan kedua juga datang dari salah satu anggota BEM STP Mataram mengenai Hasil rapat kerja BEM SI yang dijadikan sebagai Gugatan Mahasiswa, “Kenapa kasus yang diangkat kasus novel Baswedan, kenapa tidak pendidikan?” Pertanyaan tersebut di jawab langsung oleh Sekretaris Jendral BEM Universitas Mataram saudara Mukhtar Mandele dalam penjelasannya terkait hal ini.

“Karena mahasiswa itu harus hadir di segala lini, seperti yang kita tau kasus novel ini merupakan kasus yang tidak terselesaikan sampai sekarang. Ada apa sebenarnya ini, jangan sampai keberadaan mahasiswa dipertanyakan. Sering kita dengar pertanyaan-pertanyaan seperti, mana mahasiswa 98? mana taring mahasiswa? Nah, tujuannya tak lain untuk meredam pertanyaan seperti itu agar tidak muncul lagi. Seperti yang kita tau, kita bekerja saja dianggap tidak bekerja, apalagi hanya diam, maka dari itu tugas dari mahasiswa sebagai agen control dan isu pendidikan itu merupakan isu yang wajib karna di dalam UU sudah jelas bahwa semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak” jelas Sekjend BEM Unram tersebut.

Salah seorang anggota dari kementrian sosial politik BEM Unram juga angkat bicara, “apakah teman2 mengetahui khasus Wj Tukul? Dia merupakan seorang aktivis yang tenggelam kasusnya sampai sekarang dan jangan sampai hal itu terjadi lagi.” kata Ilham menambahkan.

Diskusi yang berlangsung semakin menghangat dipenghujung waktu, hingga salah seorang anggota BEM STP mengeluarkan pertanyaan sekaligus statementnya terhadap BEM SI, “Kenpa kok saya lihat BEM SI ini seperti oposisi?” Akan tetapi, pernyataan tersebut langsung disanggah oleh saudara Wahyudi selaku Dirjen di kementrian Sosial Politik BEM Unram menjelaskan bahwa BEM SI bukan sebuah oposisi, melainkan refresentasi dari keberhasilan pemerintah pada saat ini, jika pemerintah keluar jalur maka kita akan luruskan itulah kenapa mahasiswa disebut agen kontrol dan perubahan.

Kunjungan ini adalah kunjungan ke-5 dalam rangka roadshow sosialisasi BEM SI tahun 2019,  masih ada kunjungan ke beberapa kampus lagi di bagian pulau sumbawa, Bali, NTT bahkan di lombok sendiri.

(pan) 

 

Mahasiswa Kecewa, Birokrasi Tak “Becus” Urusi Kasus Suap KKN

Mahasiswa Kecewa, Birokrasi Tak “Becus” Urusi Kasus Suap KKN

Mataram (BEM UNRAM) – Oknum suap kasus Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unram Periode Desember – Januari 2019 masih menjadi misteri. Kasus yang menyeret oknum mahasiswa dan pejabat kampus masih belum menemui titik terang.

 

Isu kasus suap KKN mulai diangkat pada saat ratusan mahasiswa melakukan aksi masa di depan gedung rektorat, Rabu (26/6). Pada tuntutannya mahasiswa menuntut agar pimpinan kampus mengusut dan memberikan sanksi kepada pelaku suap KKN.

 

“Saya masih ingat tuntutan massa aksi pada tanggal 26 Juni 2019 yang salah satu nya meminta pimpinan kampus untuk mengusut dan memberikan sanksi kepada pelaku tindak suap kasus KKN periode semester ganjil 2019. Baik yang menyuap maupun yang menerima suap,” Ujar Muhammad Amri Akbar dalam status facebooknya, Minggu (11/8).

 Ilustrasi Suap KKN

Ilustrasi Suap KKN

Muhammad Amri Akbar selaku Koordinator Umum Aksi diterima dengan baik oleh pihak kampus saat melakukan aksi dalam hal ini Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum. Rektor berjanji akan menindak tegas pelaku suap KKN Periode Desember – Januari 2019 dengan membentuk Tim Investigasi yang diketuai oleh Bapak Agusdin, SE., MBA., DBA selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, anggota tim dari unsur Senat, unsur pimpinan, dan Tim Hukum. Tim investigasi diberikan waktu 30 hari sejak dibentuk untuk mengusut kasus ini.

 

“Pimpinan kampus menerima dengan baik dan berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dengan memberikan sanksi kepada kedua belah pihak. komitmen tersebut di buktikan dengan telah di bentuknya tim khusus yang di pimpin langsung oleh pejabat tinggi kampus dan isi tim nya pun dari pejabat-pejabat tinggi kampus pula. Tim akan bekerja selama 30 hari kerja terhitung sejak tanggal di bentuknya,” Lanjutnya.

 

Amri kecewa dengan kinerja Tim Ivestigasi bentukan Rektor. Pasalnya tenggat waktu 30 hari yang diberikan sudah lama lewat. Sampai Minggu (11/8) pelaku dari kasus suap masih belum terungkap.

 

“Namun sampai dengan hari ini, tgl 11 agustus 2019 terhitung sgt jauh dari 30 hari kerja kasus ini juga belum ada kejelasan siapa yg menyuap dan disuap dan sanksi apa yg akan di berikan,” Ujarnya.

 

Kampus seakan-akan melindungi oknum pejabat kampus yang melakukan kasus suap. Kasus sudah lama berlarut-larut tanpa kejelasan. Belum terdapat titik terang mengenai penyelesasian kasus ini.

 

Kampus sebagai tempat untuk mengasah intelektual dan mencetak generasi bermoral seolah-olah hanya menjadi wacana tanpa ada teladan. Pejabat kampus semestinya memberikan contoh bagi mahasiswa tentang bagaimana bersikap jujur dan terus menyuarakan kebenaran. Namun, pada kenyataannya para pejabat kampus memberikan contoh tidak baik dengan menyelesaikan kasus suap ini tepat waktu dan selalu berkilah saat ditanya kelanjutan kasus ini.

 

“Jika kampus saja sebagai tempat mencetak generasi intelektual yg katanya berbekal moral dan pengetahun, orang-orang yang mengajarkan kita saja tidak mampu memberikan teladan dan contoh yang baik terutama dalam menyatakan kebenaran,lantas mau jadi apa anak muda yang didiknya,” Tegasnya.

 

Nilai-nilai moral yang seharusnya ditanamkan pada generasi muda selayaknya harus terus dipupuk. Nilai kejujuran, keadilan dan keberanian harus terus ditanamkan dalam sanubari pemuda khususnya mahasiswa. Jangan sampai nilai-nilai moral itu hanya menjadi sebuah teori dalam ruang kelas dan dinilai hanya pada saat melakukan ujian akhir semester atau ujian skripsi. Nilai moral yang seharusnya menjadi modal dasar para pemuda pada saat mulai terjun ke masyarakat akan tercoreng dengan perilaku birokrasi yang tak memberikan teladan.

 

“Jika nilai-nilai kejujuran, keadilan dan keberanian untuk berkata benar hanya ada dalam teori. Jangan heran jika semakin panjang barisan manusia-manusia yang akan ‘mengkadali’ manusia lainnya ! Dan hari ini kita di ajarkan hal itu di kampus, langsung dengan praktiknya,”

 

“Jika kampus tidak mampu mengahadirkan keadilan maka setidaknya kampus mampu menghadirkan kejujuran!,” Mengakhiri tulisannya.

 

(ton)

Kasus Suap KKN Tak Jelas, Birokrasi Selalu Berkelit

Kasus Suap KKN Tak Jelas, Birokrasi Selalu Berkelit

Mataram (BEM UNRAM) – Kasus suap Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Desember – januari 2019 masih berlarut-larut tanpa kejelasan. Sudah lebih dari 30 hari setelah aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK), Rabu (26/6).

 

Tenggat waktu yang diberikan oleh Rektor pada tim Investigasi diketuai Wakil Rektor I bidang Akademik, Bapak Agusdin, SE., MBA., DBA.  Sudah berakhir. Angota Tim yan terdiri dari unsur Senat, unsur pimpinan, dan Tim Hukum sampai saat ini masih belu mengumumkan secara resmi pelaku suap KKN.

 

Kasus yang menyeret oknum birokrasi dan mahasiswa sedang dalam tahap finalisasi keputusan. Akan diadakan rapat rapat finasilasi untuk menentukan kebijakan yang diambil kepada pelaku.

 

Muh. Muhtar Mandele selaku Sekjend BEM UNRAM menuturkan bahwa waktu pengumuman pelaku suap KKN masih belum jelas. Wakil Rektor I yang ditemui masih akan melakukan rapat 1 kali lagi. Tim investigasi masih berkerja dan tidak bisa diganggu.

 

“Bem Unram tentu menunggu konfirmasi kejelasan kasus suap KKN UNRAM. Waktu 1 bulan sudah lewat, terhitung 26 Juni. Namun, jawabannya tim sedang berekerja , terkait waktu penyelesaian belum jelas,” Ujar Muh. Muhtar Mandele akrab disapa mandele.

 

Beliau berharap kasus ini dapat dibuka secara terang benderang. Pelaku diberikan sanksi sesuai dengan perbuatan dan aturan yang berlaku di tataran Universitas Mataram.

 

“Harapan Mahasiswa agar kasus ini terungkap sebagik-baiknya. Sanksi kepada pelaku harus ‘kuat’ sesuai apa yang seharusnya diberikan,” Tutupnya.

(ton)

Tata Cara Cuti Akademik UNRAM

Tata Cara Cuti Akademik UNRAM

Bagi mahasiswa universitas Mataram yang akan melakukan cuti Akademik mohon dibaca dan diperhatikan secara seksama :

Ijin meninggalkan studi atau disebut cuti akademik diatur sebagai berikut :

  1. Cuti akademik diajukan kepada Rektor paling lambat 1 minggu sebelum Ujian setengah semester.
  2. Cuti akademik boleh diajukan setelah mahasiswa mengikuti kuliah minimal 2 semester (1 tahun) secara berturut-turut atau masa musim satu tahun.
  3. Cuti akademik dapat diberikan kepada mahasiswa sebanyak-banyaknya 4 semester untuk program S1` dan 3 semester untuk program diploma 3 baik sekaligus maupun terputus-putus.
  4. Selama masa cuti akademik mahasiswa tidak perlu membayar uang kuliah.
  5. Mahasiswa yang mengambil cuti akademik setelah perkuliahan berjalan, uang kuliahnya tidak dapat ditarik kembali.
  6. Mahasiswa yang mau aktif kembali setelah menajalankan cuti akademik harus mengajukan surat aktif kuliah kepada rektor. Surat permohonan diajukan paling lambat 1 bulan sebelum pembayaran uang kuliah berlangsung.
  7. Setelah mendapatkan persetujuan aktif kembali mahasiswa diharuskan membayar SPP semester yang akan ditempuh
  8. Mahasiswa yang mengambil cuti akademik secara berturut-turut lebih dari satu semester, dimungkinkan untuk mengajukan aktif kembali sebelum cuti yang diminta berakhir

Mahasiswa yang tidak membayar uang kuliah dan tidak mengajukan cuti akademik atau disebut magkir kuliah diatur sebagai berikut :

  1. Mangkir kuliah dimungkinkan sebanyak-banyaknya 2 semester baik sekaligus maupun terputus-putus.
  2. Masa mangkir kuliah diperhitungkan sebagai masa aktif kaitannya dengan batas waktu studi.
  3. Mahasiswa yang mangkir kuliah yang ingin aktif kuliah kembali harus mengajuikan surat permohonan aktif kuliah kepada rektor, permohonan ini diajukan paling lambat 1 bulan sebelum pembayaran uang pangkal berlangsung.
  4. Mahasiswa mangkir diwajibkan melunasi uang kuliah tunggakan semester sebelumnya ditambah dengan uang kuliah semester yang didaftarkan setelah memperoleh surat aktif dari rektor .
  5. Mahasiswa yang mangkir kuliah yang melebihi 2 semester berturut-turut dinyatakan mengundurkan diri (keluar)

Sumber : Buku Pedoman Akademik FEB UNRAM 2018/2019

 

(ton)

0
0