DIALOG PERSAHABATAN UKM KEAGAMAAN SE-UNRAM (Isu Terorisme Apa Hubungannya dengan Agama?)

DIALOG PERSAHABATAN UKM KEAGAMAAN SE-UNRAM (Isu Terorisme Apa Hubungannya dengan Agama?)

(BEM UNRAM)- Berbicara tentang terorisme adalah suatu tema yang sangat menarik untuk dikaji. Apalagi berbicara tentang hubungan dan kaitan terorisme dengan agama. Terorisme sering dikaitkan dengan gerakan ideologi dan agama. Setiap ada tindakan radikal dan aksi terorisme, selalu dicap dan selalu dikaitkan dengan masalah agama. Dan yang lebih parah lagi, saat ini media sangat mudah dalam mempermainkan isu-isu terkait. Banyak masyarakat dan bahkan para pemuda maupun mudi yang terpengaruh akan kerasnya isu-isu yang beredar di media. Sehingga perlu untuk kemudian kita sama-sama luruskan isu-isu yang beredar di media supaya tidak ada rasa saling benci, rasa dendam dan timbul permusuhan antara sesama umat beragama khususnya.

Maka dari itu Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram mengadakan Dialog Persahabatan UKM  Keagamaan  se-Unram dengan tema “isu terorisme, apa hubungan dengan agama” yang dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Maret 2021 pada pukul 14.00 wita bertempat  di Ruangan Paripurna DPRD Kota Mataram. Dialog tersebut dihadiri oleh semua perwakilan UKM keagamaan se-Universitas Mataram.

Adapun poin inti dari penyampaian perwakilan mahasiswa masing-masing UKM keagamaan bahwa, semua ormawa keagamaan yang ada di lingkup universitas mataram sepakat menolak bahwa terorisme tidak ada kaitanyan dengan agama.

Yang dimana, pernyataan dari ketua LDK Babul Hikmah, bahwa Lembaga-lembaga islam sering di cap sebagai pelaku dari tindakan terorisme, inilah yang menjadi stigma yang tertanam di masyarakat. Hal ini terjadi karena banyak oknum yang berpenampilan muslim, padahal jika ditelusuri, bukan islamlah yang melakukannya. Banyak nya stigma-stigma yang menganggap islam radikal, itu karena pengaruh dari sebaran melalui media-media.

Setelah itu disambung dari pernyataan salah satu mahasiswa bahwa Terorisme sebenarnya tidak ada kaitannya dengan agama, tapi bersumber dari pemikiran radikalisme. Karena sifatnya pemikiran maka kita tidak bisa melihat secara fisik ciri dari terorisme. Sehingga kita tidak bisa mencap bahwa kelompok tertentu adalah pelakunya.

Perwakilan dari UKM Oikumene pun mengangkat suara bahwa semua agama selalau mengajarkan pada kebaikan. Terorisme ini suatu pemahaman yang tidak boleh kita tiru, bahkan dalam agama kami, kami diajarkan untuk saling mengasihi orang lain, seperti mengasihi diri sendiri. Oleh karenanya kita sebagi mahasiswa harus bersama-sama berpegang teguh pada kebaikan dan pancasila. Jangan sampai kita terpancing, karena isu-isu agama sangat senstif dimainkan.

Salah satu perwakilan dari UKM ukmi juga ikut berkomentar dan menyatakan bahwa, dalam memandang terorisme jangan dikaitkan dengan agama. Terlebih dengan agama islam.  Bukan agama yang mengajarkan terorisme tapi terorisem yang dimasukkan ke dalam agama.

Ditutup dengan pernyataan dari sekjen BEM unram bahwa kita semua berpandangan bahwa terorisme ini tidak ada kaitannya dengan agama. Dalam menanggapi isu-isu terorisme islam yang biasanya disudutkan, jangan baperan, pun dengan agama lain harus paham bahwa bukan islam pelaku terorisme. Maka dari itu kita semua sepakat untuk mengecam dan mengutuk tindakan terorisme, kita sepakat mengecam dan mengutuk keras orang yang mengaku terorisme mengatasnamakan agama, mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas tindakan terorisme, dan mengajak pemuda/i seluruh tanah air untuk menjadi pelopor bagi kesejahteran Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir acara Forum Sepakat untuk menaytakan sikap sebagai  autput petemuan terseut. Adapun poin-poinnya adalah sebagai berikut:

Kami dari BEM UNRAM bersama UKM Keagamaan Se-UNRAM menyatakan sikap bahwa:

  1. Mengecam dan mengutuk keras segala aksi terorisme yang dilakukan di Indonesia
  2. Menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami
  3. Mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan terlebih pemerintah untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.
  4. Mengutuk keras terorisme atas nama agama karena agama tidak mengajarkan kekerasan dan mengajak seluruh elemen Universitas Mataram terutama kaum muda untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi terorisme. (MFAH)

 

Kantor DPRD Kota Mataram., 9 Maret 2021

Rasionalisasi Komitmen Birokrasi Se-Unram terhadap 11 Tuntutan Mahasiswa

Rasionalisasi Komitmen Birokrasi Se-Unram terhadap 11 Tuntutan Mahasiswa

(BEM UNRAM)- Senin, 19 Oktober 2020 di Auditorium Universitas Mataram pukul 08.15 sampai 12.00 terlaksana Dialog Terbuka #MahasiswaBerkolaborasi, Tuntaskan Permasalahan Mahasiswa yang dihadiri pihak birokrasi oleh Rektor Universitas Mataram, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Kepala Biro Akademik, kemahasiswaan dan Perencanaan, Ketua PPK, Ketua SPI, Dekan 9 fakultas di Unram, 3 ketua Program studi dibawah rektor, direktur vokasi KLU dan vokasi Bima, Kepala UPT Pustik dan Kabag Kemahasiswaan. Sedangkan dari pihak mahasiswa dihadiri oleh Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garda Biru Universitas Mataram. Dalam dialog ini, mahasiswa membawa dan menindaklanjuti 11 point tuntutan pada aksi tanggal 7 Oktober 2020 tentang Uang pangkal, UKT, Vokasi KLU, kampus II Seganteng, bantuan kuota dan saldo LinkAja, fasilitas, biaya praktikum, polemic prodi Budidaya perairan, wisuda, pengembalian UKT dan evaluasi kuliah daring.

Kertas posisi 11 Tuntutan mahasiswa unram ini, tentu saja melewati berbagai diskusi dan konsolidasi juga audiensi yang berkali-kali dilakukan. Landasan Historis permasalahan dari 11 tuntutan tersebut, yang berlarut-larut menjadi permasalahan di Universitas mataram dan masih saja belum tuntas meski 2019 lalu diserbu massa aksi mahasiswa tepatnya pada 24 Juni dan 26 September 2019. Adapun rasionalisasi dari 11 point tuntutan mahasiswa :

  1. Uang Pangkal, Polemik Uang pangkal di Universitas Mataram cukup rumit. Besaran SPI dri tahun ke tahun cukup meringkus mahasiswa dan orang tua mahasiswa, khususnya yang berkelas ekonomi rendah. Sistem uang pangkal diatur Permendikbud No. 25 tahun 2020 pasal 10, ditetapkan berdasarkan kemampuan orang tua/wali mahasiswa bukan berdasarkan program studi yang di programkan mahasiswa seperti yang berlaku di Universitas Mataram. Point ini sudah pernah diajukan pada tuntutan aksi mahasiswa pada 24 Juni 2019 akan tetapi pelaksanaannya dalam 2 tahun terakhir bisa membebaskan mahasiswa yang memiliki PKH/KKS/atau surat keterangandari dinas sosial. Pada dialog Publik #MahasiswaBerkolaborasi berkesimpulan bahwa pada penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun 2021 dan seterusnya akan menggunakan system grade dengan berdasarkan prinsip kewajaran, proporsional dan berkeadilan.
  2. UKT Mahasiswa Baru 2020, UKT merupakan sebuah sistem pembayaran yang saat ini berlaku untuk seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. UKT berfungsi memberi subsidi silang yang didasarkan pada kondisi ekonomi dan sosial orang tua/wali setiap mahasiswa. Jadi sistem ini mengacu kepada pendapatan orang tua mahasiswa. Selain bicara uang pangkal, Mahasiswa baru 2020 dilema dnegan grade UKT yang tinggi. UKT Mahasiswa Baru angkatan pandemi (2020) melambung tinggi. Katanya Sistem. Sistem membuat mahasiswa baru menangis ditengah wabah covid-19. Melihat kondisi ini, di diskusi mahasiswa bersepakat menjadikan ini point menuntut untuk melakukan banding grade untuk mahasiswa baru. Pada dialog Publik #MahasiswaBerkolaborasi berkesimpulan bahwa banding UKT diatur dalam Peraturan Rektor Nomor 1 tahun 2020. Pemerataan informasi diusahakan semaksimal mungkin oleh birokrasi fakultas maupun universitas.
  3. Permasalahan Vokasi KLU, pada Kamis, 3 September 2020, BEM Unram mengadakan kunjungan ke kampus Vokasi KLU Unram. Dalam kunjungan ini, mahasiswa Vokasi KLU Unram menyampaikan berbagai keluhan yang terjadi di Vokasi KLU termasuk permasalahan UKT yang ternyata terjadi sudah amat sangat lama dan juga permasalahan kuota belajar selama pandemi covid-19. Pada audiensi perihal Vokasi KLU, BPAK memaparkan bahwa sudah 2 kali mengirim surat kepada Pemda KLU untuk mengingatkan kembali terkait perjanjian yang pernah ada dan meminta Pemda menepati perjanjian antara Unram dan Pemda KLU bahkan Unram ingin menarik Vokasi ini akan ke Unram pusat jika Pemda tidak menepati nota kesepakatan. Permasalahan KLU harus segera diselesaikan. Perihal UKT dan lain-lain unram harus serius menangani. Kamis, 17 September 2020 BEM Unram mengajukan permohonan audiensi berbicara lebih lanjut perihal vokasi KLU dengan tembusan PEMDA KLU, Direktur KLU dan juga birokrasi Unram. Audiensi diterima pada Kamis, 24 September 2020 akan tetapi tidak mengikutsertakan PEMDA KLU dalam pertemuan tersebut. Tanpa PEMDA KLU, audiensi tersebut akan percuma, kita hanya akan bermain dan mendapatkan penjeklasan yang sama dari birokrasi Unram. covid-19. Melihat kondisi ini, di diskusi mahasiswa bersepakat untuk menuntut Menyelesaikan Permasalahan Vokasi KLU. Pada dialog Publik #MahasiswaBerkolaborasi berkesimpulan bahwa birokrasi unram sepakat akan ada diskusi lanjutan tapi sangat disayangkan jika dalam jawaban birokrasi tidak akan ada keterlibatan Pemda KLU dalam pelaksanaannya.
  4. Kampus II Unram Seganteng, Kampus II terdapat Gedung F yang khusus untuk penyelenggaraan Program PGSD dan PGPAUD. Fasilitas dan juga pengelolaan yang ada di kampus dua seganteng dianggap sangat kurang sehingga muncul problematika di kalangan mahasiswa. problem ini tentu saja selalu mahasiswa keluhkan dan suarakan ke birokrasi fakultas maupun universitas akan tetapi sistem oper bola masih terjadi antara birokrasi unram dan birokrasi fakultas. Termasuk kekhawatiran mahasiswa dalam penggunaan asrama kampus II seganteng sebagai tempat lockdown pasien corona. Melihat kondisi ini, mahasiswa bersepakat menuntut Rektor Universitas Mataram Untuk Memperjelas Penanggungjawab Pengelolaan Kampus 2 Unram Dan Transparansi SK Gubernur Terkait Lokasi Karantina Kampus 2 Unram. Pada dialog Publik #MahasiswaBerkolaborasi berkesimpulan bahwa pengelolaan kampus II adalah FKIP dengan tetap mendapat dukungan dari rektorat. Rumah karantina ciovid-19 akan ditutup 30 November 2020 dan akan ada pensterilan kampus.
  5. kuota & saldo LinkAja, Tidak kalah yang membuat dilema adalah Pendistribusian kuota & saldo LinkAja yang belum belum selesai. Distribusi kuota 3 bulan lalu untuk Mahasiswa lama belum merata, PPK belum memenuhi janji distribusi. Distribusi kembali sekitar 3.462 orang gagal inject di saldo LinkAja dan juga data yang sudah pernah diserahkan hmpir 1 bulan yang lalu dari tuntutan itu disampaikan di aksi maupun di dialog publik. Melihat kondisi ini, mahasiswa bersepakat menuntut Rektor Universitas Mataram menuntaskan pendistribusian kuota 3 bulan lalu dan saldo LinkAja. Pada dialog Publik #MahasiswaBerkolaborasi birokrasi berkomitmen akan mendistribusikn dengan memperbaiki nomer lewat SIA Unram. Melalui surat edaran, input nomer HP Untuk pendistribusian kuota sudh dibuka mulai 26 Oktober sampai 8 November 2020.
  6. Tingginya pembiayaan seperti uang pangkal dan UKT belum berbanding lurus dengan fasilitas belajar mengajar yang diterima oleh mahasiswa. Masalah seperti fasilitas sekretariat ormawa baik fakultas maupun universitas, lampu jalan disepanjang jalan fakultas teknik dan dijalan-jalan gelap disekitar unram, alat dan bahan praktikum dan banyak fasilitas lainnya. Melihat kondisi ini, mahasiswa bersepakat Memperbaiki Dan Melengkapi Fasilitas kampus (Sekret Ormawa Parkiran Lampu Jalan,Laboratorium Dan Alat Penunjang Lainnya. Pada dialog Publik #MahasiswaBerkolaborasi birokrasi berkomitmen akan memperbaiki fasilitas termasuk lampu jalan dibeberapa titik. Perbaikan di masing-masing fakultas juga para dekanan dan mahasiswa di fakultas akan mengadakan diskusi lanjutan terkait tuntuatan yang ini.
  7. Pengunaan alat praktikum menjadi hal yang sudah biasa bagi fakultas dengan latar belakang saintek. Pengunaan alat praktikum berbayar membuat mahasiswa risih dan banyak mempertanyakan untuk apa penggunaan uang penggunaan alat praktikum padahal UKT juga mereka bayar. Berangkat dari itu, mahasiswa menolak adanya uang/biaya praktikum. Dalam forum dialog tersebut, dekan Fatepa asumsi bahwa akan mengkaji untuk mengurangi biaya praktikuma pada laboratorium dengan tarif seminimal mungkin. Point ini juga disepakati oleh rektor Unram dan segenap perwakilan dekanat untuk membahas lebih lanujt di fakultas masing-masing.
  8. Prodi Sosiologi dan BDP, Dalam Pasal 9 Permendikbud No. 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada PTN di Lingkungan Kemendikbud bahwa mahasiswa semester 9 yang mengambil mata kuliah kurang dari atau sama dengan 6 sks bagi jenjang S1 dan mahasiswa semester 7 bagi jenjang D3 maka UKT akan dipotong sebnyak 50%. Terbitnya UU ini menjadikan Prodi budidaya perairan dan juga prodi sosiologi murni tidak bisa kena peraturan ini karena disemester 9, pada saat memprogramkan tugas akhir, mahasiswa dua prodi ini mempunyai atau memprogramkan 7 sks : 6 sks skripsi dan 1 sks seminar skripsi. Dilain kampus negeri Budidaya perairan mempunyai jumlah sks yang berbeda dalam menentukan sks ini. Merespon kondisi ini, mahasiswa meminta kebijakan Yang Dapat Mengakomodir Prodi Sosiologi Dan Budidaya Perairan. Pada dialog tersebut, prodi sosiologi murni sudah mengadakan workshop yang menjadikan sks semester akhir prodi sosiologi adalah 5 sks. Untuk budidaya perairan belum ada keputusan. Diskusi lebih lanjut akan diadakan dengan fakultas dan ketua program studi budidaya perairan.
  9. Wisuda, Mencegah penyebaran virus corona, pelaksanaan wisuda yang tertunda sudah 3 periode Universitas Mataram ditunda sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Merespon Kondisi pandemi covid-19 yang terjadi sekarang ini tidak seburuk seperti sebelumnya, seperti di rilis dalam merdeka.com yang berisi bahwa Presiden Joko Widodo meminta rakyat bersiap hidup dalam new normal atau kehidupan baru. Yakni, beraktvitas secara normal. Menindak hal tersebut, mahasiswa dalam tuntutannya meminta untuk Mewujudkan Pelaksanaan Wisuda Manual Dengan Memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19. Permasalahan wisuda ini belum ada kesepakatan apapun dalam dialog tersebut.
  10. Pegembalian UKT Bagi Mahasiswa yang mendapatkan bantuan UKT dari Kemendikbud.

Proses pengembalian UKT sudah berjalan, proses pengembalian masih terus dikawal olaha mahasiswa.

  1. Evaluasi Kuliah Daring, pelaksanaan kuliah daring tentu saja menjadi adaptasi baru. Pelaksanaan kuliah daring tidak bisa ditolak lagi mengingat kondisi wabah bencana virus Corona (covid-19) yang semakin hari semakin meluas. Akan tetapi yang perlu digarisbawahi adalah bukan tentang kebijakan perkuliahan sistem dalam jaringan (Daring) yang diterapkan di lingkungan Universitas Mataram melainkan yang perlu diperhatikan adalah pengoptimalan dari sistem pembelajaran tersebut. Mahasiswa dan dosen harus sama-sama menjadi elemen belajar mengajar yang seimbang. Dalam pertemuan di dialog, komitmen untuktetap dan ters mengadakan evaluasi dalam rangka pengoptimalan kuliah daring.

 

 

LAUNCHING UNRAM ZERO WASTE

LAUNCHING UNRAM ZERO WASTE

(BEM UNRAM)- Senin,  05 Oktober 2020 Kementrian Lingkungan hidup Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram resmi launching kegiatan UNRAM ZERO WASTE yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik khususnya di lingkungan kampus Universitas Mataram.

Kurnia Anggriani selaku ketua panitia dalam kegiatan UNRAM ZERO WASTE ini menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi dampak negatif dari sampah khususnya sampah plastik.

Irwan Selaku Ketua BEM Universitas Mataram menegaskan bahwa persoalan sampah sudah seharusnya menjadi salah satu bentuk  komitmen dan ikhtiar kita bersama untuk meminimalisir sampah plastik khususnya di lingkungan kampus Universitas Mataram.

Prof. Dr. Ir.  Enny Yuliani, M.Si menegaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih banyak yang belum maksimal sehingga boleh dikatakan bahwa hal ini harus menjadi fokus utama kita bersama yaitu untuk mengurangi penggunaan bahan dasar plastik. Namun secara perlahan di lingkungan Universitas Mataram mulai mengurangi sampah khususnya plastik dan harapannya untuk seluruh elemen di Universitas Mataram dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah plastik guna terwujudnya ZERO WASTE dan cinta lingkungan di lingkungan kampus Universitas Mataram.

Kegiatan unram ZERO WASTE ini juga menghadirkan kegiatan penukaran sampah plastik dengan thumbler yang berlokasi di depan gedung PKM Universitas Mataram.

Peduli Masalah Sampah Mahasiswa UNRAM Gagas Lampu Estetik Romantis (LERI) Berbahan Styrofoam Bekas

Peduli Masalah Sampah Mahasiswa UNRAM Gagas Lampu Estetik Romantis (LERI) Berbahan Styrofoam Bekas

(BEM UNRAM)- 

LERI merupakan Lampu Estetik Romantis yang terbuat Styrofoam bekas. Melalui Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan 3 orang mahasiswa Universitas Mataram menggagas produk LERI sebagai salah satu cara untuk menekan jumlah sampah tak terurai Styrofoam menjadi produk estetik yang indah nan cantik.

Sampah merupakan masalah terbesar saat ini di belahan dunia manapun. Pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di dunia. Ada 3,22 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh pesisir Indonesia tiap tahunnya. Dari berbagai jenis sampah yang saat ini menjadi perhatian terbesar adalah sampah Styrofoam yang merupakan sampah tidak terurai oleh waktu. Styrofoam biasanya digunakan sebagai pembungkus makanan dan peralatan elektronik sehingga berada di lingkungan dalam jumlah besar.

Styrofoam termasuk salah satu bahan limbah berbahaya dan sangat banyak digunakan sebagai untuk bahan market bangunan, dekorasi dan tempat makanan saji. World Health Organization (WHO), International Agency for Research on Cancer (IARC), dan Enviromental Protection Agency (EPA)  engkategorikan Styrofoam sebagai bahan karsinogen (bahan penyebab kanker).  roses pembuatan Styrofoam menghasilkan 57 zat berbahaya ke udara. Penanganan limbah Styrofoam selama ini dilakukan dengan cara penggunaan kembali tanpa melalui modifikasi, pembakaran, dan ditimbun dalam tanah. Cara-cara tersebut merupakan metode konvensional yang tidak ramah lingkungan.

Mengingat Styrofoam merupakan bahan yang tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat membusuk. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah Styrofoam menjadi produk lain yang bermanfaat agar keberadaan limbah ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan Styrofoam sebagai lampu estetik yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ketika mati lampu, penerangan untuk lampu tidur maupun hiasan di lokasi wisata. Lampu estetik yang diberi nama LERI ini tidak memanfaatkan energi listrik alat penerangan mini yang terbuat dari minyak goreng dan sumbu seperti yang digunakan orang pada zaman dulu sebelum ada lampu listrik. Lampu yang terbuat dari bahan Styrofoam ini memiliki keunggulan karena hemat listrik, harganya terjangkau, tahan lama dan memiliki rancang bangun yang indah. Hal ini menyebabkan lampu ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan mulai dari rumah tangga hingga industri wisata. Untuk kepentingan rumah tangga, lampu ini dapat dimanfaatkan sebagai penerangan ketika mati listrik.

Di NTB Menurut manajer Komunikasi PLN UIW NTB banyaknya pengunaan mesin pendingin yang mengakibatkan naiknya penggunaan listrik dari tahun 2018 yaitu sebesar 225 megawatt menjadi 259 megawatt. Keberadaan lampu ini dapat menjadi alternatif selain lampu darurat yang terbatas jam pengisian daya-nya dan lilin yang kadang dikhawatirkan karena rentan memicu kebakaran.

Untuk kepentingan industri, lampu estetik ini memiliki peluang karena potensi Pariwisata di NTB sedang sangat bagus dengan dibangunnya sirkuit Moto GP di kawasan Kuta Mandalika. Hal ini tentu menyebabkanbanyaknya usaha pariwisata di NTB. Dengan potensi ini, lampu estetik yang digunakan akan dapat dipasarkan ke kawasan wisata untuk digunakan sebagai lampu hiasan.

Selain dari segi ekonomi, produk ini juga membantu mengurangi sampah yang tidak terkelola seperti Styrofoam yang akan berdampak sangat baik untuk lingkungan. Selain itu pula dengan adanya produk ini mampu membantu untuk merealisasikan program pemerintah untuk menekan jumlah sampah tak terurai di lingkungan.

Produk ini memiliki harga yang cukup murah, terjangkau dengan manfaat yang begitu besar. Banyak pekerja ataupun mahasiswa sangat penat ketika di malam hari setelah seharian bergelut dengan aktivitas yang cukup sangat melelahkan. Tentu ketika malah hari memerlukan istirahat yang maksimal sehingga esok hari bisa kembali beraktivits dengan lebih segar. Beberapa orang cenderung tidak suka dengan lampu tidur yang amat terang dan lebih suka dengan lampu yang temaram. Maka solusinya tentu LERI (Lampu Estetik Romantis), produk ini menghasilkan sinar yang temaram dan aromaterapi yang mampu merilekskan tubuh saat beristirahat malam.

Melalui PKM-K ini kami mampu menghadirkan produk yang bisa menekan sampah Styrofoam dan membuatnya menjadi lebih berguna serta dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Melalui PKM-K ini pun menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi kami mahasiswa. Membuat kami terus berinovasi dan berkreativitas untuk melihat permasalahan lingkungan sekitar serta mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan menghasilkan produk yang memiliki intelektual tinggi sehingga mampu menumbuhkan semangat mahasiswa lain dan masyarakat juga.

FORMADIKSI UNRAM SUKSES SELENGGARAKAN TIMDIKSI 2020 SECARA ONLINE

FORMADIKSI UNRAM SUKSES SELENGGARAKAN TIMDIKSI 2020 SECARA ONLINE

(BEM UNRAM)- Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMADIKSI) Universitas Mataram adalah wadah silaturahmi, penampung aspirasi, dan pengembangan potensi mahasiswa bidikmisi khususnya Universitas Mataram melalui berbagai program kerja yang dimiliki. Salah satunya yakni dengan adanya kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Bidikmisi (TIMDIKSI) nasional yang merupakan program kerja departemen prestasi Formadiksi Unram serta bertujuan untuk menjadi ajang silaturahmi mahasiswa bidikmisi Universitas mataram dengan Universitas lainnya, sarana mengembangkan potensi diri, dan Menumbuhkan semangat berdaya saing mahasiswa bidikmisi se-Indonesia. Pelaksanaan Timdiksi nasional 2020 bertepatan dengan satu dekade (10 tahun) bidikmisi berdiri. Oleh karena itu, sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada bidikmisi yang telah satu dekade (10 tahun)  menginspirasi dan memberikan arti besar bagi mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi tapi memiliki kemauan besar untuk menuntut ilmu, berprestasi dan menjadi generasi unggul bagi negeri, tema dari Timdiksi nasional 2020 yaitu “Mahakarya Satu Dekade Bidikmisi Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar dari tanggal 10 September-14 September 2020. Rencana awal, kegiatan ini adalah akan dilangsungkan secara Offline, namun karena adanya pandemi Covid-19 panitia pelaksana memutuskan untuk melaksanakannya secara online melalui Platform Zoom serta disiarkan langsung melalui Instagram @timdiksi2020 dan Youtube Formadiksi Unram.  Namun walaupun begitu, rangkaian acara tersebut tidak terlalu berbeda dari sebelumnya dan tetap mengutamakan terjalinnya silaturahmi serta menghadirkan esensi temu semua mahasiswa bidikmisi se-Indonesia yang mengikuti kegiatan.

Adapun rangkaian acara Timdiksi nasional 2020 antara lain opening ceremony, perayaan satu dekade bidikmisi, bidikmisi awards bagi mahasiswa dan alumni bidikmisi, seminar nasional, perlombaan karya tulis ilmiah, perlombaan kisah inspiratif seluruh mahasiswa bidikmisi se-Indonesia, dan malam penganugerahan. Dalam perlombaan karya tulis ilmiah bertemakan “Kontribusi Mahasiswa Bidikmisi Sebagai Agent of Change Dalam Mengembangkan IPTEK dan Sumber Daya Guna Mewujudkan Generasi Emas 2045” dan kisah inspiratif  bertemakan “Terimakasih Bidikmisi Satu Dekade Menginspirasi” diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang tersaring menjadi 20 tim finalis KTI dari 13 universitas yakni Universitas Mataram (5 Tim), Universitas Negeri Semarang (3 Tim), Universitas Airlangga (2 Tim), Universitas Brawijaya (1 Tim), Universitas Jember (1 Tim), Universitas Swadaya Gunung jati Cirebon (1 Tim), Universitas Trunojoyo Madura (1 Tim), Universitas Islam Indonesia (1 Tim), Universitas Negeri Yogyakarta (1 Tim), Universitas Negeri Surabaya (1 Tim), Universitas Gadjah Mada (1 Tim), Universitas Teuku Umar (1 Tim), dan Universitas Udayana (1 Tim). Untuk finalis KI tersaring menjadi 20 finalis dari 18 universitas yakni Universitas Negeri Semarang (2 Orang), Universitas Jambi (2 Orang), Universitas Mataram (1 Orang), Universitas Tanjungpura (1 Orang), Universitas Tidar (1 Orang), Universitas Negeri Yogyakarta (1 Orang), IAIN Manado (1 Orang), Universitas Teknologi Yogyakarta (1 Orang), IAIN Pekalongan (1 Orang), Universitas Udayana (1 Orang),  Stia Setih Setio Muara Bungo (1 Orang), Universitas Palangka Raya (1 Orang), Universitas Maritim Raja Ali Haji (1 Orang), Universitas Lampung (1 Orang) Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (1 Orang), Universitas Teuku Umar (1 Orang), IAIN Purwokerto (1 Orang), dan Universitas Sriwijaya (1 Orang). Selain itu disetiap rangkaian acara terdapat penampilan berupa video  dari mahasiswa bidikmisi dengan berbagai keterampilan yang dimiliki seperti menyanyikan lagu daerah, silat, tarian tradisional, dan pembacaan puisi.

     Hari pertama (Kamis, 10 september 2020) dilaksanakan opening ceremony, perayaan satu dekade bidiksmisi, bidikmisi awards bagi mahasiswa dan alumni bidikmisi serta seminar nasional. Pada opening ceremony dihadiri langsung oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni, Pembina Formadiksi, Kasubag bagian kesejahteraan mahasiswa, juri setiap cabang lomba, alumni bidikmisi, para nominasi bidikmisi awards, dan organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Mataram yang bertempat di Ruang Sidang Senat lantai 3 Universitas Mataram. Sedangkan para finalis setiap cabang lomba mengikuti kegiatan secara online melalui Flatform Zoom.

Pelaksanaan Timdiksi Nasional 2020 cukup spesial dari tahun sebelumnya, karena menghadirkan dan memberikan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa bidikmisi berprestasi Universitas Mataram. Tujuan dari pelaksanaan Timdiksi ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kecakapan serta kreativitas mahasiswa bidikmisi dalam bidang kepenulisan” Ujar ketua panitia Timdiksi 2020, Muh.Hamzani dalam laporan ketua panitia saat pembukaan Timdiksi nasional 2020.

Ketua Umum Formadiksi Universitas Mataram, M Fauzin Al Habib mengatakan“Pada tahun 2020 ini menjadi momen istimewa karena genap 10 tahun atau satu dekade bidikmisi berdiri sehingga kegiatan Timdiksi 2020 dirangkaikan dengan peringatan satu dekade bidikmisi serta menghadirkan bapak bidikmisi yang telah mencetuskan bidikmisi dan membuat orang-orang yang sebelumnya tidak berani untuk bermimpi mampu menunjukan kepada dunia bahwa mereka bisa menjadi pemimpin masa depan. Oleh karenanya ketika satu abad berdirinya Indonesia ini pada tahun 2045 diharapkan mahasiswa bidikmisi ini bisa menjadi jawaban atau harapan Indonesia. Di tahun 2020 ini menjadi akhir dari bidikmisi yang akan digantikan dengan KIP kuliah dan bidikmisi sangat berarti untuk kita karena berkat beasiswa tersebut kita hadir , kuliah disini serta mampu mewujudkan cita-cita yang  terpendam karena kondisi ekonomi. Terimakasih bidikmisi, salam bidikmisi salam prestasi.”

       Selain itu dalam sambutan yang disampaikan, wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Mataram, Prof. Dr.Ir. Enny Yuliani, M.Si mengatakan bahwa “Bidikmisi telah memberikan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi. Serta menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang produktif dan mandiri.”

       Setelah opening ceremony, ditampilkan video persembahan mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram yaitu, lagu tradisonal sasak “Inaq Tegining Amaq Teganang” yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai peringatan satu dekade bidikmisi yang dilakukan oleh Pembina Formadiksi Universitas Mataram, Oryza Pneumatica Inderasari, S.Sos, M.Sosio bersama wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Mataram, Prof. Dr.Ir. EnnyYuliani, M.Si yang turut dihadiri oleh pencetus bidikmisi sekaligus menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan RI 2009-2014 yakni Prof. Dr.Ir Mohammad Nuh, DEA. secara online melalui Flatform Zoom. Selain itu ditampilkan juga video ucapan terimakasih kepada bidikmisi oleh mahasiswa-mahasiswa bidikmisi dari berbagai Universitas di Indonesia. Dalam kegiatan ini juga diumumkan pemenang Bidikmisi Awards sebagai bentuk apresiasi atas torehan prestasi serta menunjukan bahwa mahasiswa bidikmisi juga mampu berprestasi dan berkontribusi untuk Indonesia dengan tiga kategori, yaitu untuk mahasiswa bidikmisi 2016 sampai 2019 yang sudah mengikuti seleksi berkas, IPK tertinggi dari setiap fakultas yang ada di Unram Angkatan 2016 serta kepada alumni-alumni bidikmisi Universitas Mataram yang bergerak dalam bidang riset ilmiah, penggerak ekonomi, pendidikan, sosial, dan hukum. Pada Bidikmisi awards ini, panitia telah mengumpulkan data prestasi mahasiswa Bidikmisi se-UNRAM selama lebih dari 5 Bulan yang lalu.

            Rangkaian acara selanjutnya adalah seminar nasional online melalui Flatform  Zoom dengan tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa Bidikmisi Melalui Pendidikan Berkualitas Di Era New Normal Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045” yang diikuti oleh 742 peserta. Adapun pemateri pertama seminar nasional berasal dari penerima bidikmisi 2010 Universitas Mataram yang memiliki berbagai prestasi yaitu, Fitria Tisa Oktavia, Ph. D (Cand) yang menyampaikan bahwa bidikmisi menjadi pintu awal yang akan membuka pintu-pintu mimpi berikutnya dan untuk mencapai target Indonesia emas 2045 perlu dioptimalkannya sumber daya manusia salah satunya melalui investasi pendidikan. Pemateri kedua yaitu, bapak bidikmisi yang mencetuskan adanya bidikmisi sekaligus menteri pendidikan  dan kebudayaan RI 2009-2014 yaitu, Prof. Dr.Ir Mohammad Nuh, DEA. yang menyampaikan bahwa“kasus Covid-19 yang terjadi membuat kita harus mengalami perubahan dan pilihan kita adalah berubah karena kemauan atau keterpaksaan. Selain itu disampaikan juga bahwa esensi pendidikan adalah belajar, belajar dan belajar. Pendidikan adalah sistem rekayasa sosial terbaik dan teruji untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan, dan kemartabatan”. Setelah penyampaian materi dan diskusi, rangakaian acara Timdiksi ditutup dengan persembahan video kolaborasi silat mahasiswa bidikmisi dan tarian pasga MA NW Aik Ampat.

Pada hari kedua, 11 September 2020 mulai dari pukul 20.00 WITA dilaksanakan technical meeting mengenai ketentuan-ketentuan presentasi finalis lomba karya tulis ilmiah dan kisah inspiratif yang disampaikan oleh penanggung jawab masing-masing cabang lomba melalui Flatform Zoom. Hari ketiga, 12 September 2020 dilaksanakan presentasi 20 tim finalis lomba karya tulis ilmiah Timdiksi nasional 2020 dengan konsep presentasi yakni pengajuan pertanyaan tiga juri kepada finalis selama 10 menit untuk satu tim, sesuai dengan nomer urut finalis yang telah disampaikan ketika technical meeting. Juri dalam presentasi lomba karya tulis ilmiah Timdiksi nasional 2020 merupakan para dosen dari bidang SOSHUM dan SAINTEK serta bergerak sebagai tim pengelola dan reviewer PKM di Universitas Mataram. Juri-juri tersebut antara lain Dr. Faturrahman, S.Pt., M.Si., A.A. Alit Triadi, ST., MT., dan Oryza Pneumatica Inderasari, S.Sos., M.Sosio. Untuk hari keempat, 13 September 2020 dilaksanakan presentasi finalis lomba kisah inspiratif yang konsepnya sama dengan presentasi lomba karya tulis ilmiah. Waktu tanya jawab untuk presentasi kisah inspiratif selama 6 menit dengan nomer urut finalis sesuai dengan yang ditentukan ketika technical meeting. Juri dalam presentasi lomba kisah inspiratif merupakan dosen bahasa Indonesia Universitas Mataram antara lain Dr. Johan Mahyudi, S.Pd., M.Pd., Dr. Saharudin, S.S., MA, dan  Rahmat Hidayat, MA.

Hari Kelima, 14 September 2020 dilaksanakan malam penganugerahan Timdiksi nasional 2020. Adapun rangkaian kegiatannya antara lain pembukaan malam penganugerahan, pengenalan finalis dan makanan khas daerah masing-masing, pengenalan makanan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh panitia, serta  pengumuman juara cabang lomba karya tulis ilmiah dan kisah inspiratif. Dalam acara pembukaan malam penganugerahan, sambutan dilakukan oleh ketua umum dan Pembina Formadiksi Unram serta adanya penampilan pembacaan puisi oleh salah satu mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram.

Dalam sambutannya Pembina Formadiksi Unram, Oryza Pneumatica Inderasari, S.Sos, M.Sosio. mengatakan “ Timdiksi Nasional yang telah diselenggarakan menjadi ajang  menimba pengalaman, pembelajaran, serta menjadi kekuatan modal sosial yang menambah relasi dari berbagai Universitas. Pada ajang ini juga mampu  mengasah keterampilan dan kompetensi dalam hal menyusun sebuah karya tulis. Selain itu ajang Timdiksi Nasional dapat menempa mental dan karakter untuk lebih sportif.”

Selanjutnya yakni, pengenalan finalis dan makanan khas daerah masing-masing yang dimulai dari 20 tim finalis KTI dan dilanjutkan dengan 20 orang finalis KI dengan urutan sesuai ketika presentasi, selain itu masing-masing finalis menggunakan almamater dan aksesoris daerah. Adapun pengenalaan makanan khas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikenalkan oleh panitia antara lain temberodok, cerorot, dan bantal. Pengenalan ini bertujuan agar para finalis dan panitia bisa merasakan esensi temu dan mengetahui beragam makanan khas daerah di Indonesia. Usai pengenalan finalis dan makanan khas daerah, ditampilkan video tarian tradisional “Bau Nyale” oleh mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram. Setelah itu, dilaksanakan pengumuman juara lomba karya tulis ilmiah dengan  kategori juara 1, juara 2, juara 3, best paper, best presentation, dan best poster. Sedangkan kategori lomba kisah inspiratif yaitu, juara 1, juara 2, juara 3, dan video kreatif. Untuk lomba karya tulis ilmiah, juara 1 sekaligus menjadi best paper diraih oleh mahasiswa bidikmisi Universitas Airlangga dengan ketua tim Dewi Masluqiah, juara 2 mahasiswa bidikmisi Universitas Jember dengan ketua tim Alvin Arbiansyah, juara 3 mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram dengan ketua tim Alan Maulana Karisma, best presentation diraih mahasiswa bidikmisi Universitas Brawijaya dengan nama ketua tim Ahmad Fahrudin Husein, dan best poster diraih mahasiswa bidikimisi Universitas Udayana dengan ketua tim Veronica Ayu Dwi Atmaja. Adapun pada lomba kisah inspiratif juara 1 diraih oleh Natayya Yulaita dari Universitas Lampung, Juara 2 diraih oleh Kamiyatein dari Universitas Jambi, juara 3 diraih oleh Belila Mega Utari dari Universitas Negeri Semarang , dan video kreatif diraih oleh Heri Suprianto dari Stia Setih Setio Muara Bungo.

 

UNRAM X PEMDA KLU

UNRAM X PEMDA KLU

(BEM UNRAM)- Kamis, 3 September 2020, BEM Unram mengadakan kunjungan ke kampus Vokasi KLU Unram. Dalam kunjungan ini, mahasiswa Vokasi KLU Unram menyampaikan berbagai keluhan yang terjadi di Vokasi KLU termasuk permasalahan UKT yang ternyata terjadi sudah amat sangat lama dan juga permasalahan kuota belajar selama pandemi covid-19.

Menindaklanjuti Audiensi tersebut pada Kamis 10 September 2020, BEM Unram yang juga diwakili oleh beberapa orang mahasiswa dari Vokasi KLU Unram mengadakan audiensi dengan birokrasi Unram yang dihadiri oleh WR III bidang kemahasiswaan dan Alumni serta Biro Pendidikan, akademik dan kemahasiswaan. Dalam pertemuan ini, diceritakan bagaimana 2 Vokasi Unram ini terbentuk termasuk bagaimana Vokasi Bima.

Fokus pada Vokasi KLU, BPAK memaparkan bahwa sudah 2 kali mengirim surat kepada Pemda KLU untuk mengingatkan kembali terkait perjanjian yang pernah ada dan meminta Pemda menepati perjanjian antara Unram dan Pemda KLU bahkan Unram ingin menarik Vokasi ini akan ke Unram pusat jika Pemda tidak menepati nota kesepakatan.

Sayangnya, urusan SPP mahasiswa oleh Pemda yang dipegang oleh Dikpora KLU dibayarkan melalui beasiswa. Dikpora harus tunaikan komitmennya kepada mahasiswa. Dikpora KLU, untuk mahasiswa semester 3 angkatan 2019 dan mahasiswa semester 5 angkatan 2018 yang batas bayar SPP normal adalah pada tanggal 31 Juli 2020 tapi sampai sekarang belum dibayarkan. Keterlambatan seperti ini juga ternyata tidak terjadi di tahun 2020, dikpora pernah juga telat membayar SPP mahasiswa sehingga mahasiswa harus membayar sendiri agar tidak cuti dan Dikpora akan janji mengganti uang tersebut dan sampai sekarang belum ada pengembalian sedikitpun.

0
0