MAKNA HARI TANI NASIONAL DIMATA MAHASISWA PERTANIAN

MAKNA HARI TANI NASIONAL DIMATA MAHASISWA PERTANIAN

Oleh : Muhammad Hari Aditia Pratama (Menteri Medkominfo BEM 2020) 

“BEBICARA TENTANG PERTANIAN BERARTI BERBICARA TENTANG HIDUP DAN MATINYA BANGSA” yah itulah kata kata dari Ir. Soekarno yang sangat lekat dengan kondisi pertanian Indonesia yang sekaligus menjadi PR kita bersma. Sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang dianugerahi kekayaan alam yang tidak pernah ada habisnya. Sejak dahulu, sebagai negara agraris, Indonesia selalu kaya akan hasil pertanian.

Hal tersebut dapat dilihat pada sumbangsih sektor pertanian yang berdampak positif bagi perekonomian nasional. Sepanjang tahun 2019 sektor pertanian tercatat telah menyumbang 12,72 persen bagi PDB atas dasar harga berlaku (Badan Pusat Statistik, 2020). Angka tersebut sangat patut untuk kita sama-sama syukuri dan apresiasi. namun apakah angka tersebut sudah menunjukan tingkat kesejehteraan petani saat ini ? apakah kebijakan yang ada saat ini sudah berpihak kepada petani hari ini ?.

Sebagai negara yang mata pencaharian utama masyarakatnya sebagai seorang petani hal ini sudah seharusnya kita sama-sama saling membahu dari semua elmen baik pemerintah maupun masyarakat. Kebanyakan dari kita juga mungkin bosan setiap hari mendengar kabar memprihatinkan bahwa Indonesia yang dikenal sebagai Negara Agraris ini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri atau dengan kata lain mengimpor makanan pokoknya dari Negara lain. Sebagian lagi mungkin mulai terganggu dengan pemberitaan bahwa pertanian Indonesia hari ini harus segera sedang membutuhkan perhatian yang sangat serius.

Krisis pangan, impor produk ini, merosotnya lahan–lahan pertanian, produktifitas lahan yang kian hari kian menyusut, tingkat kegagalan panen yang semkin meningkat, kelangkaan pupuk, anjloknya harga komoditas pertanian pada saat panen melimpah, harga naik konsumen menjerit harga turun petani tercekik, masa-masa dimana maju sakit mundur pun sakit. Hal-hal semacam itulah yang selama ini kita dengar, bahwa pertanian Indonesia sedang berada dalam masa kritis dan harus diselamatkan.

Tentu hal ini semua tidak akan pernah selesai, dan rakyat hanya bisa terus berteriak, pemerintah hanya bisa memberikan jalan keluar yang seolah-olah semu, dan wakil rakyat pun hanya akan bertindak sesuai dengan koridor kerjanya saja, dalam kurun waktu tertentu, yaitu saat mereka menjabat saja.Tetapi perjuangan, pemenuhan hak petani, kedaulatan, dan andil Indonesia dalam perkembangan dunia dari cita-cita agraria Indonesia menuju kemakmuran yang selalu kita peringati pada tanggal 24 September sebagai hari tani nasional , mudah-mudahan bukan menjadi selebrasi hari nasional selama ini.

SELAMAT HARI TANI NASIONAL

JAYAKAN PERTANIAN INDONESIA

 

FORMADIKSI UNRAM SUKSES SELENGGARAKAN TIMDIKSI 2020 SECARA ONLINE

FORMADIKSI UNRAM SUKSES SELENGGARAKAN TIMDIKSI 2020 SECARA ONLINE

(BEM UNRAM)- Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMADIKSI) Universitas Mataram adalah wadah silaturahmi, penampung aspirasi, dan pengembangan potensi mahasiswa bidikmisi khususnya Universitas Mataram melalui berbagai program kerja yang dimiliki. Salah satunya yakni dengan adanya kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Bidikmisi (TIMDIKSI) nasional yang merupakan program kerja departemen prestasi Formadiksi Unram serta bertujuan untuk menjadi ajang silaturahmi mahasiswa bidikmisi Universitas mataram dengan Universitas lainnya, sarana mengembangkan potensi diri, dan Menumbuhkan semangat berdaya saing mahasiswa bidikmisi se-Indonesia. Pelaksanaan Timdiksi nasional 2020 bertepatan dengan satu dekade (10 tahun) bidikmisi berdiri. Oleh karena itu, sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada bidikmisi yang telah satu dekade (10 tahun)  menginspirasi dan memberikan arti besar bagi mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi tapi memiliki kemauan besar untuk menuntut ilmu, berprestasi dan menjadi generasi unggul bagi negeri, tema dari Timdiksi nasional 2020 yaitu “Mahakarya Satu Dekade Bidikmisi Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar dari tanggal 10 September-14 September 2020. Rencana awal, kegiatan ini adalah akan dilangsungkan secara Offline, namun karena adanya pandemi Covid-19 panitia pelaksana memutuskan untuk melaksanakannya secara online melalui Platform Zoom serta disiarkan langsung melalui Instagram @timdiksi2020 dan Youtube Formadiksi Unram.  Namun walaupun begitu, rangkaian acara tersebut tidak terlalu berbeda dari sebelumnya dan tetap mengutamakan terjalinnya silaturahmi serta menghadirkan esensi temu semua mahasiswa bidikmisi se-Indonesia yang mengikuti kegiatan.

Adapun rangkaian acara Timdiksi nasional 2020 antara lain opening ceremony, perayaan satu dekade bidikmisi, bidikmisi awards bagi mahasiswa dan alumni bidikmisi, seminar nasional, perlombaan karya tulis ilmiah, perlombaan kisah inspiratif seluruh mahasiswa bidikmisi se-Indonesia, dan malam penganugerahan. Dalam perlombaan karya tulis ilmiah bertemakan “Kontribusi Mahasiswa Bidikmisi Sebagai Agent of Change Dalam Mengembangkan IPTEK dan Sumber Daya Guna Mewujudkan Generasi Emas 2045” dan kisah inspiratif  bertemakan “Terimakasih Bidikmisi Satu Dekade Menginspirasi” diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang tersaring menjadi 20 tim finalis KTI dari 13 universitas yakni Universitas Mataram (5 Tim), Universitas Negeri Semarang (3 Tim), Universitas Airlangga (2 Tim), Universitas Brawijaya (1 Tim), Universitas Jember (1 Tim), Universitas Swadaya Gunung jati Cirebon (1 Tim), Universitas Trunojoyo Madura (1 Tim), Universitas Islam Indonesia (1 Tim), Universitas Negeri Yogyakarta (1 Tim), Universitas Negeri Surabaya (1 Tim), Universitas Gadjah Mada (1 Tim), Universitas Teuku Umar (1 Tim), dan Universitas Udayana (1 Tim). Untuk finalis KI tersaring menjadi 20 finalis dari 18 universitas yakni Universitas Negeri Semarang (2 Orang), Universitas Jambi (2 Orang), Universitas Mataram (1 Orang), Universitas Tanjungpura (1 Orang), Universitas Tidar (1 Orang), Universitas Negeri Yogyakarta (1 Orang), IAIN Manado (1 Orang), Universitas Teknologi Yogyakarta (1 Orang), IAIN Pekalongan (1 Orang), Universitas Udayana (1 Orang),  Stia Setih Setio Muara Bungo (1 Orang), Universitas Palangka Raya (1 Orang), Universitas Maritim Raja Ali Haji (1 Orang), Universitas Lampung (1 Orang) Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (1 Orang), Universitas Teuku Umar (1 Orang), IAIN Purwokerto (1 Orang), dan Universitas Sriwijaya (1 Orang). Selain itu disetiap rangkaian acara terdapat penampilan berupa video  dari mahasiswa bidikmisi dengan berbagai keterampilan yang dimiliki seperti menyanyikan lagu daerah, silat, tarian tradisional, dan pembacaan puisi.

     Hari pertama (Kamis, 10 september 2020) dilaksanakan opening ceremony, perayaan satu dekade bidiksmisi, bidikmisi awards bagi mahasiswa dan alumni bidikmisi serta seminar nasional. Pada opening ceremony dihadiri langsung oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni, Pembina Formadiksi, Kasubag bagian kesejahteraan mahasiswa, juri setiap cabang lomba, alumni bidikmisi, para nominasi bidikmisi awards, dan organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Mataram yang bertempat di Ruang Sidang Senat lantai 3 Universitas Mataram. Sedangkan para finalis setiap cabang lomba mengikuti kegiatan secara online melalui Flatform Zoom.

Pelaksanaan Timdiksi Nasional 2020 cukup spesial dari tahun sebelumnya, karena menghadirkan dan memberikan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa bidikmisi berprestasi Universitas Mataram. Tujuan dari pelaksanaan Timdiksi ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kecakapan serta kreativitas mahasiswa bidikmisi dalam bidang kepenulisan” Ujar ketua panitia Timdiksi 2020, Muh.Hamzani dalam laporan ketua panitia saat pembukaan Timdiksi nasional 2020.

Ketua Umum Formadiksi Universitas Mataram, M Fauzin Al Habib mengatakan“Pada tahun 2020 ini menjadi momen istimewa karena genap 10 tahun atau satu dekade bidikmisi berdiri sehingga kegiatan Timdiksi 2020 dirangkaikan dengan peringatan satu dekade bidikmisi serta menghadirkan bapak bidikmisi yang telah mencetuskan bidikmisi dan membuat orang-orang yang sebelumnya tidak berani untuk bermimpi mampu menunjukan kepada dunia bahwa mereka bisa menjadi pemimpin masa depan. Oleh karenanya ketika satu abad berdirinya Indonesia ini pada tahun 2045 diharapkan mahasiswa bidikmisi ini bisa menjadi jawaban atau harapan Indonesia. Di tahun 2020 ini menjadi akhir dari bidikmisi yang akan digantikan dengan KIP kuliah dan bidikmisi sangat berarti untuk kita karena berkat beasiswa tersebut kita hadir , kuliah disini serta mampu mewujudkan cita-cita yang  terpendam karena kondisi ekonomi. Terimakasih bidikmisi, salam bidikmisi salam prestasi.”

       Selain itu dalam sambutan yang disampaikan, wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Mataram, Prof. Dr.Ir. Enny Yuliani, M.Si mengatakan bahwa “Bidikmisi telah memberikan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi. Serta menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang produktif dan mandiri.”

       Setelah opening ceremony, ditampilkan video persembahan mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram yaitu, lagu tradisonal sasak “Inaq Tegining Amaq Teganang” yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai peringatan satu dekade bidikmisi yang dilakukan oleh Pembina Formadiksi Universitas Mataram, Oryza Pneumatica Inderasari, S.Sos, M.Sosio bersama wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Mataram, Prof. Dr.Ir. EnnyYuliani, M.Si yang turut dihadiri oleh pencetus bidikmisi sekaligus menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan RI 2009-2014 yakni Prof. Dr.Ir Mohammad Nuh, DEA. secara online melalui Flatform Zoom. Selain itu ditampilkan juga video ucapan terimakasih kepada bidikmisi oleh mahasiswa-mahasiswa bidikmisi dari berbagai Universitas di Indonesia. Dalam kegiatan ini juga diumumkan pemenang Bidikmisi Awards sebagai bentuk apresiasi atas torehan prestasi serta menunjukan bahwa mahasiswa bidikmisi juga mampu berprestasi dan berkontribusi untuk Indonesia dengan tiga kategori, yaitu untuk mahasiswa bidikmisi 2016 sampai 2019 yang sudah mengikuti seleksi berkas, IPK tertinggi dari setiap fakultas yang ada di Unram Angkatan 2016 serta kepada alumni-alumni bidikmisi Universitas Mataram yang bergerak dalam bidang riset ilmiah, penggerak ekonomi, pendidikan, sosial, dan hukum. Pada Bidikmisi awards ini, panitia telah mengumpulkan data prestasi mahasiswa Bidikmisi se-UNRAM selama lebih dari 5 Bulan yang lalu.

            Rangkaian acara selanjutnya adalah seminar nasional online melalui Flatform  Zoom dengan tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa Bidikmisi Melalui Pendidikan Berkualitas Di Era New Normal Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045” yang diikuti oleh 742 peserta. Adapun pemateri pertama seminar nasional berasal dari penerima bidikmisi 2010 Universitas Mataram yang memiliki berbagai prestasi yaitu, Fitria Tisa Oktavia, Ph. D (Cand) yang menyampaikan bahwa bidikmisi menjadi pintu awal yang akan membuka pintu-pintu mimpi berikutnya dan untuk mencapai target Indonesia emas 2045 perlu dioptimalkannya sumber daya manusia salah satunya melalui investasi pendidikan. Pemateri kedua yaitu, bapak bidikmisi yang mencetuskan adanya bidikmisi sekaligus menteri pendidikan  dan kebudayaan RI 2009-2014 yaitu, Prof. Dr.Ir Mohammad Nuh, DEA. yang menyampaikan bahwa“kasus Covid-19 yang terjadi membuat kita harus mengalami perubahan dan pilihan kita adalah berubah karena kemauan atau keterpaksaan. Selain itu disampaikan juga bahwa esensi pendidikan adalah belajar, belajar dan belajar. Pendidikan adalah sistem rekayasa sosial terbaik dan teruji untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan, dan kemartabatan”. Setelah penyampaian materi dan diskusi, rangakaian acara Timdiksi ditutup dengan persembahan video kolaborasi silat mahasiswa bidikmisi dan tarian pasga MA NW Aik Ampat.

Pada hari kedua, 11 September 2020 mulai dari pukul 20.00 WITA dilaksanakan technical meeting mengenai ketentuan-ketentuan presentasi finalis lomba karya tulis ilmiah dan kisah inspiratif yang disampaikan oleh penanggung jawab masing-masing cabang lomba melalui Flatform Zoom. Hari ketiga, 12 September 2020 dilaksanakan presentasi 20 tim finalis lomba karya tulis ilmiah Timdiksi nasional 2020 dengan konsep presentasi yakni pengajuan pertanyaan tiga juri kepada finalis selama 10 menit untuk satu tim, sesuai dengan nomer urut finalis yang telah disampaikan ketika technical meeting. Juri dalam presentasi lomba karya tulis ilmiah Timdiksi nasional 2020 merupakan para dosen dari bidang SOSHUM dan SAINTEK serta bergerak sebagai tim pengelola dan reviewer PKM di Universitas Mataram. Juri-juri tersebut antara lain Dr. Faturrahman, S.Pt., M.Si., A.A. Alit Triadi, ST., MT., dan Oryza Pneumatica Inderasari, S.Sos., M.Sosio. Untuk hari keempat, 13 September 2020 dilaksanakan presentasi finalis lomba kisah inspiratif yang konsepnya sama dengan presentasi lomba karya tulis ilmiah. Waktu tanya jawab untuk presentasi kisah inspiratif selama 6 menit dengan nomer urut finalis sesuai dengan yang ditentukan ketika technical meeting. Juri dalam presentasi lomba kisah inspiratif merupakan dosen bahasa Indonesia Universitas Mataram antara lain Dr. Johan Mahyudi, S.Pd., M.Pd., Dr. Saharudin, S.S., MA, dan  Rahmat Hidayat, MA.

Hari Kelima, 14 September 2020 dilaksanakan malam penganugerahan Timdiksi nasional 2020. Adapun rangkaian kegiatannya antara lain pembukaan malam penganugerahan, pengenalan finalis dan makanan khas daerah masing-masing, pengenalan makanan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh panitia, serta  pengumuman juara cabang lomba karya tulis ilmiah dan kisah inspiratif. Dalam acara pembukaan malam penganugerahan, sambutan dilakukan oleh ketua umum dan Pembina Formadiksi Unram serta adanya penampilan pembacaan puisi oleh salah satu mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram.

Dalam sambutannya Pembina Formadiksi Unram, Oryza Pneumatica Inderasari, S.Sos, M.Sosio. mengatakan “ Timdiksi Nasional yang telah diselenggarakan menjadi ajang  menimba pengalaman, pembelajaran, serta menjadi kekuatan modal sosial yang menambah relasi dari berbagai Universitas. Pada ajang ini juga mampu  mengasah keterampilan dan kompetensi dalam hal menyusun sebuah karya tulis. Selain itu ajang Timdiksi Nasional dapat menempa mental dan karakter untuk lebih sportif.”

Selanjutnya yakni, pengenalan finalis dan makanan khas daerah masing-masing yang dimulai dari 20 tim finalis KTI dan dilanjutkan dengan 20 orang finalis KI dengan urutan sesuai ketika presentasi, selain itu masing-masing finalis menggunakan almamater dan aksesoris daerah. Adapun pengenalaan makanan khas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikenalkan oleh panitia antara lain temberodok, cerorot, dan bantal. Pengenalan ini bertujuan agar para finalis dan panitia bisa merasakan esensi temu dan mengetahui beragam makanan khas daerah di Indonesia. Usai pengenalan finalis dan makanan khas daerah, ditampilkan video tarian tradisional “Bau Nyale” oleh mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram. Setelah itu, dilaksanakan pengumuman juara lomba karya tulis ilmiah dengan  kategori juara 1, juara 2, juara 3, best paper, best presentation, dan best poster. Sedangkan kategori lomba kisah inspiratif yaitu, juara 1, juara 2, juara 3, dan video kreatif. Untuk lomba karya tulis ilmiah, juara 1 sekaligus menjadi best paper diraih oleh mahasiswa bidikmisi Universitas Airlangga dengan ketua tim Dewi Masluqiah, juara 2 mahasiswa bidikmisi Universitas Jember dengan ketua tim Alvin Arbiansyah, juara 3 mahasiswa bidikmisi Universitas Mataram dengan ketua tim Alan Maulana Karisma, best presentation diraih mahasiswa bidikmisi Universitas Brawijaya dengan nama ketua tim Ahmad Fahrudin Husein, dan best poster diraih mahasiswa bidikimisi Universitas Udayana dengan ketua tim Veronica Ayu Dwi Atmaja. Adapun pada lomba kisah inspiratif juara 1 diraih oleh Natayya Yulaita dari Universitas Lampung, Juara 2 diraih oleh Kamiyatein dari Universitas Jambi, juara 3 diraih oleh Belila Mega Utari dari Universitas Negeri Semarang , dan video kreatif diraih oleh Heri Suprianto dari Stia Setih Setio Muara Bungo.

 

UNRAM X PEMDA KLU

UNRAM X PEMDA KLU

(BEM UNRAM)- Kamis, 3 September 2020, BEM Unram mengadakan kunjungan ke kampus Vokasi KLU Unram. Dalam kunjungan ini, mahasiswa Vokasi KLU Unram menyampaikan berbagai keluhan yang terjadi di Vokasi KLU termasuk permasalahan UKT yang ternyata terjadi sudah amat sangat lama dan juga permasalahan kuota belajar selama pandemi covid-19.

Menindaklanjuti Audiensi tersebut pada Kamis 10 September 2020, BEM Unram yang juga diwakili oleh beberapa orang mahasiswa dari Vokasi KLU Unram mengadakan audiensi dengan birokrasi Unram yang dihadiri oleh WR III bidang kemahasiswaan dan Alumni serta Biro Pendidikan, akademik dan kemahasiswaan. Dalam pertemuan ini, diceritakan bagaimana 2 Vokasi Unram ini terbentuk termasuk bagaimana Vokasi Bima.

Fokus pada Vokasi KLU, BPAK memaparkan bahwa sudah 2 kali mengirim surat kepada Pemda KLU untuk mengingatkan kembali terkait perjanjian yang pernah ada dan meminta Pemda menepati perjanjian antara Unram dan Pemda KLU bahkan Unram ingin menarik Vokasi ini akan ke Unram pusat jika Pemda tidak menepati nota kesepakatan.

Sayangnya, urusan SPP mahasiswa oleh Pemda yang dipegang oleh Dikpora KLU dibayarkan melalui beasiswa. Dikpora harus tunaikan komitmennya kepada mahasiswa. Dikpora KLU, untuk mahasiswa semester 3 angkatan 2019 dan mahasiswa semester 5 angkatan 2018 yang batas bayar SPP normal adalah pada tanggal 31 Juli 2020 tapi sampai sekarang belum dibayarkan. Keterlambatan seperti ini juga ternyata tidak terjadi di tahun 2020, dikpora pernah juga telat membayar SPP mahasiswa sehingga mahasiswa harus membayar sendiri agar tidak cuti dan Dikpora akan janji mengganti uang tersebut dan sampai sekarang belum ada pengembalian sedikitpun.

BEM Universitas Mataram Menggelar Diskusi bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA)

BEM Universitas Mataram Menggelar Diskusi bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA)

(BEM UNRAM)- Sabtu,  11 September 2020 BEM Universitas Mataram menggelar diskusi bersama organisasi Mahasiswa (ORMAWA)  yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III,  Kepala Biro Umum dan Keuangan serta Kabag Akademik Universitas Mataram. Kegiatan ini mengangkat tema Merajut Silaturahmi Dalam Sinergitas Kebaikan yang bertempat Di Area Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Momentum ini menjadi salah satu ajang silaturahmi antara ORMAWA dengan pihak birokrasi Universitas Mataram dan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi Ormawa.

Dalam pertemuan ini seluruh Ormawa menyampaikan berapa hal yang menjadi kendala dalam Keberlangsung kegiatan seperti kebersihan, kenyamanan PKM, fasilitas penunjang kegiatan Ormawa dan Ormawa berharap birokrasi menindak lanjuti secara serius keresahan Ormawa. Sebelum diskusi ini berakhir Menko Harmonisasi Kehidupan Kampus saudara Khairul memberikan penekanan jangan sampai aspirasi Ormawa tidak di respon secara serius oleh pihak birokrasi.  Sekaligus memberikan surat komitment yang di tanda tangani sebagai oleh Wakil Rektor 3, sebagai bentuk komitmen Birokrasi Unram dalam menindak lanjuti aspirasi Ormawa.

 

SIKAP BEM UNRAM TERHADAP SENGKETA LAHAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA DAN TAMBORA

SIKAP BEM UNRAM TERHADAP SENGKETA LAHAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA DAN TAMBORA

(BEM UNRAM)- 

Suatu ironi nyata dapat kita lihat saat ini, bagaimana terbitnya surat Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tertanggal 19 Agustus 2020 yang memberitahukanpengosongan lahan sengketa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mencerminkan arogansi dan pengabaian terhadap hak-hak dan asas keadilan terhadap masyarakat pemilik lahan (koranntb.com). Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pihak ITDC maupun pemerintah tidak memprioritaskan penyelesaian sengketa lahan dengan masyarakat, melainkan lebih mementingkan percepatan pembangunan SirkuitMotoGP Mandalika. Hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai upaya diskriminatif pemerintah maupun pihak ITDC yang lebih mementingkan pihak korporasi maupun investor asing diatas kepentingan rakyat. Tentu saja hal tersebut tidak dapat dibenarkan, karena pembangunan seharusnya mampu memberikan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat, terutama bagi masyarakat yang berada disekitar kawasan tersebut.

Langkah ITDC melalui terbitnya surat tentang pengosongan lahan KEK Mandalika tentu saja tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk tindakan mengancam dan cara intimidatif yang tentu saja melanggar hak-hak warga lokal pemilik lahan. Padahal  sejatinya masyarakat hanya meminta kompensasi yang adil dan merata bagi lahan yang disengketakan, tetapi nyatanya harga yang dibayarkan tidak sesuai, selain itu juga terdapat beberapa masyarakat yang bahkan belum menerima kompensasi padahal tanahnya telah digunakan oleh pihak ITDC. Jika melihat secara hukum, ITDC sebagai badan hukum perdata tidak memiliki hak dan kewenangan mengambil alih lahan warga secara sepihak, segala bentuk proses eksekusi atau pengosongan lahan harus melalui putusan pengadilan. Jika hal tersebut dilakukan oleh pihak ITDC tentu saja dapat dianggap sebagai tindakan melawan hukum dan melanggar HAM warga lokal pemilik lahan. Hal tersebut menjadi potret nyata, bagaimana selayaknya kapitalisme, pemilik modal, maupun pemegang kekuasaan bekerja, sebagai upaya untuk melanggengkan yang dikatakan sebagai sebuah “pembangunan” dengan cara menjatuhkan rakyat kecil yang tidak berdaya.

Maka melalui hal ini, BadanEksekutifMahasiswaUniversitasMataram (BEM UNRAM) menghimbau kepada pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan pemerintah untuk secara serius menyelesaikan permasalahan sengketa lahan yang terjadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika secara adil dan merata, serta menjunjung tinggi kesejahteraan rakyat.

 

  1. PENGGUSURAN LAHAN TAMBORA

Perseroan Terbatas Sanggar Agro Karya Persada (PT. SAKP) Anak Perusahaan Pan Brother Grup memiliki dua Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamtan Sanggar dan Tambora. HGU pada tahun 1996 seluas 598,8 ribu Hektare area (Ha) dan HGU 1999 seluas 3.962 (Ha).

Setelah puluhan tahun dilentarkan (1996-2014) PT. SAKP datang mengklaim bermodalkan Surat Ijin Usaha Perkebunan (SIUP) yang dikeluarkan PLT Bupati Bima, H. Syafrudin. Padahal Dua Kali BPN NTB mengeluarkan surat peringatan terhadap PT. SAKP (2000 dan 2001) untuk perusahaan agar mengelola secara baik dan tidak menelantarkan dengan ancaman pencabutan HGU.

 Padahal sejak sebelum perusaahaan ini datang, masyarakat sudah mulai beraktifitas hingga pada tahun 2012 melalui Perda Kabupaten Bima, Oi Katupa resmi menjadi desa Pemekaran. Oleh Perda tersebut, luas wilayah desa itu seluas 5000 HA.

 2015 PT. SAKP datang mengklaim, setelah semuanya tertata dan menjadi tatanan. Ratusan HA di Desa Oi Katupa beberapa tahun terakhir tergusur. Hari-hari ini aktivitas penggusuran masih dilanjutkan. Perkampungan, pertanian, perkebunan, sekolah dan Tempat Pemakamam Umum.

 Bila tidak dihentikan segera, PT.SAKP akan menggusur satu kehidupan masyarakat Desa. Desa dalam UU Desa merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia sebagai Sebuah bangsa. Membiarkan ini terjadi berarti negara menyampu kehidupan warga negaranya. Atas nama apapun, investasi tidak boleh mendikte, meneror, membunuh dan membantai kehidupan warga negara. Negara tidak boleh berdagang kemakmuran disisi lain dengan melululantahkan kemakmuran satu entitas masyarakat.

 Sekarang, nasib kehidupan 462 Kepala Keluarga (KK) berada ditangan PT.SAKP. Negara tidak boleh kalah dengan MESIN. Melalui petisi ini, kami memohon kepada Presiden Jokowi, DPR RI, Komnas HAM, Gubernur NTB, Bupati bima dan semua yang memiliki kemanusiaan untuk menghentikan Penggusuran Masrakat Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, NTB.

 Mereka berhak hidup diatas tanahnya sendiri tanpa kungkungan TIRANI PT.SAKP. HENTIKAN PENGGUSURAN MASYARAKAT DESA OI KATUPA, CABUT HGU PT. SAKP, mereka berhak terjaga, bahagia, selamat sentausa sebagaimana tujuan kita bernegara. Atau negara datang sendiri menyapu mereka. Lebih baik negara datang membantai mereka dibandingkan mereka dibantai mesin-mesin coorporate.

untuk itu kami BEM UNRAM menuntut pemerintah daerah untuk menyelesaikan semua perkara yang sedang melukai kesejahteraan masyarakat. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Perseroan Terbatas Sanggar Agro Karya Persada (PT. SAKP) Anak Perusahaan Pan Brother Grup agar segera unutk memberhentikan tindakan yang melukai masyarakat dan setidak tidaknya memberikan konpensasi kepada seluruh masyarakat yang merasa telah dirugikan akibatnya. dan untuk pemerintah daerah melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam sektor ekonomi, pendidikan dan keterampilan.

Pernyataan SIKAP BEM UNRAM;

  1. Mengecam tindakan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atas penggusuran secara paksa yang dilakukan.
  2. Mengecam tindakan Perseroan Terbatas Sanggar Agro Karya Persada (PT. SAKP) atas perampasan lahan milik masyarakat.
  3. Menuntut pemerintah daerah agar penggusuran dan perampasan lahan segera diberhentikan (STOP) dan memberikan masyarakat yang dirugikan konpensasi.