(BEM UNRAM)- Berbicara tentang terorisme adalah suatu tema yang sangat menarik untuk dikaji. Apalagi berbicara tentang hubungan dan kaitan terorisme dengan agama. Terorisme sering dikaitkan dengan gerakan ideologi dan agama. Setiap ada tindakan radikal dan aksi terorisme, selalu dicap dan selalu dikaitkan dengan masalah agama. Dan yang lebih parah lagi, saat ini media sangat mudah dalam mempermainkan isu-isu terkait. Banyak masyarakat dan bahkan para pemuda maupun mudi yang terpengaruh akan kerasnya isu-isu yang beredar di media. Sehingga perlu untuk kemudian kita sama-sama luruskan isu-isu yang beredar di media supaya tidak ada rasa saling benci, rasa dendam dan timbul permusuhan antara sesama umat beragama khususnya.

Maka dari itu Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram mengadakan Dialog Persahabatan UKM  Keagamaan  se-Unram dengan tema “isu terorisme, apa hubungan dengan agama” yang dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Maret 2021 pada pukul 14.00 wita bertempat  di Ruangan Paripurna DPRD Kota Mataram. Dialog tersebut dihadiri oleh semua perwakilan UKM keagamaan se-Universitas Mataram.

Adapun poin inti dari penyampaian perwakilan mahasiswa masing-masing UKM keagamaan bahwa, semua ormawa keagamaan yang ada di lingkup universitas mataram sepakat menolak bahwa terorisme tidak ada kaitanyan dengan agama.

Yang dimana, pernyataan dari ketua LDK Babul Hikmah, bahwa Lembaga-lembaga islam sering di cap sebagai pelaku dari tindakan terorisme, inilah yang menjadi stigma yang tertanam di masyarakat. Hal ini terjadi karena banyak oknum yang berpenampilan muslim, padahal jika ditelusuri, bukan islamlah yang melakukannya. Banyak nya stigma-stigma yang menganggap islam radikal, itu karena pengaruh dari sebaran melalui media-media.

Setelah itu disambung dari pernyataan salah satu mahasiswa bahwa Terorisme sebenarnya tidak ada kaitannya dengan agama, tapi bersumber dari pemikiran radikalisme. Karena sifatnya pemikiran maka kita tidak bisa melihat secara fisik ciri dari terorisme. Sehingga kita tidak bisa mencap bahwa kelompok tertentu adalah pelakunya.

Perwakilan dari UKM Oikumene pun mengangkat suara bahwa semua agama selalau mengajarkan pada kebaikan. Terorisme ini suatu pemahaman yang tidak boleh kita tiru, bahkan dalam agama kami, kami diajarkan untuk saling mengasihi orang lain, seperti mengasihi diri sendiri. Oleh karenanya kita sebagi mahasiswa harus bersama-sama berpegang teguh pada kebaikan dan pancasila. Jangan sampai kita terpancing, karena isu-isu agama sangat senstif dimainkan.

Salah satu perwakilan dari UKM ukmi juga ikut berkomentar dan menyatakan bahwa, dalam memandang terorisme jangan dikaitkan dengan agama. Terlebih dengan agama islam.  Bukan agama yang mengajarkan terorisme tapi terorisem yang dimasukkan ke dalam agama.

Ditutup dengan pernyataan dari sekjen BEM unram bahwa kita semua berpandangan bahwa terorisme ini tidak ada kaitannya dengan agama. Dalam menanggapi isu-isu terorisme islam yang biasanya disudutkan, jangan baperan, pun dengan agama lain harus paham bahwa bukan islam pelaku terorisme. Maka dari itu kita semua sepakat untuk mengecam dan mengutuk tindakan terorisme, kita sepakat mengecam dan mengutuk keras orang yang mengaku terorisme mengatasnamakan agama, mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas tindakan terorisme, dan mengajak pemuda/i seluruh tanah air untuk menjadi pelopor bagi kesejahteran Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir acara Forum Sepakat untuk menaytakan sikap sebagai  autput petemuan terseut. Adapun poin-poinnya adalah sebagai berikut:

Kami dari BEM UNRAM bersama UKM Keagamaan Se-UNRAM menyatakan sikap bahwa:

  1. Mengecam dan mengutuk keras segala aksi terorisme yang dilakukan di Indonesia
  2. Menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami
  3. Mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan terlebih pemerintah untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.
  4. Mengutuk keras terorisme atas nama agama karena agama tidak mengajarkan kekerasan dan mengajak seluruh elemen Universitas Mataram terutama kaum muda untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi terorisme. (MFAH)

 

Kantor DPRD Kota Mataram., 9 Maret 2021

0
0