(BEM UNRAM)- Mentri Badan Eksekutif mahasiswa universitas Mataram (BEM Unram) Lalu Aryapanji Adipatiwardana meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) provinsi  bersikap berani dan tegas dalam menindak setiap pelanggaran.

BEM Unram akan membentuk tim mahasiswa untuk membantu tugas-tugas pengawas pemilu di  kabupaten/kota se-Lombok yang menggelar Pilkada Serentak Tahun 2020.Hal ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam upaya menyelamatkan demokrasi.“Di dalam kondisi pandemik seperti ini kita menginginkan pilkada yang sehat jangan sampai pelanggaran yang sebelumnya seperti politik uang, dan lainya terjadi”.Kunjungan BEM Unram merupakan road show kementrian Hubungan Kelembagaan ke KPU dan Bawaslu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu provinsi NTB mengapresiasi keperdulian BEM Unram.“Audiensi BEM Unram dalam rangka silaturahmi dan ingin juga terlibat di dalam memberikan informasi kepada pengawas pemilu,” kata panji.

Dalam pertemuan tersebut, panji menyampaikan tahapan-tahapan krusial yang membutuhkan pengawasan lebih seperti tahapan penyusunan daftar pemilih dan kampanye.“Cek dirinya masing-masing, masuk enggak dalam daftar pemilih, kemudian keluarganya, ujar kepala Bawaslu. Setidaknya hal” kecil seperti ini yang harus kita perhatikan terlebih dahulu dalam mensukeskan pemilu.Masyarakat bisa melaporkan secara formal kepada pengawas pemilu dengan didampingi pihak BEM Unram atau langsung melaporkan lewat akun email Bawaslu tambahnya.

Namun ketua Bawaslu mengingatkan, dalam proses sebuah pelaporan, pelapor harus memiliki e-KTP wilayah berkaitan.“Jika bukan warga NTB maka laporan pelanggaran akan dijadikan temuan oleh Bawaslu,” tutupnya.

Terahir dari BEM Unram, mereka bakal membetuk team untuk berkunjung lagi ke tiap Bawaslu dan KPU kabupaten/kota se-NTB untuk tetap mengawal berjalannya pilkada serentak kedepannya.

0
0