(BEM UNRAM)-  Jum’at, 28 Agustus 2020

Hidup Mahasiswa!

Hidup rakyat indonesia!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Salah satu bentuk Dobrakan Kementerian Dalam Negeri BEM UNRAM 2020 Tahun ini adalah mengupas semua keresahan Mahasiswa Se Universitas Mataram. Dengan melalui luncuran Program Kerja KEMENDAGRI yaitu Gerakan Menyapa Fakultas. Dalam hal ini FEB yang menjadi sasaran kita dalam proker kali ini.

Adapun hasil diskusinya sebagai berikut:

PERMASALAH MABA SBMPTN

Pertanyaan

  1. Tidak ada konfirmasi dari BEM U, bahwa pihak BEM fakultas akan jadi contact person. Cpnya juga tidak mengkonfirmasii.
  2. Prosedur Daftar ulang Maba SBMPTN kurang jelas, memang sudah ada dari rektor, tapi ada yang tidak menggunakan stempel basah. Infonya simpang siur. Ada perbedaan pendapat dari Pustik dan bem.
  3. Kip k masih belum jelas sampe sekarang.
  4. Pertanyaannya yang harus diikuti apakah informasi dari pustik atau dari BEM sendiri?

Terkait pertanyaan-pertanyaan diatas, adapun tanggapan yang disampaikan oleh Menteri Koordinasi Harmonis Kehidupan Kampus (Khairul Muamalah)

  1. Terkait dengan masalah CP, dari pihak BEM U sudah berkoordinasi dengan BEM seluruh fakultas tetapi hanya ada sebagian orang, dan sebagian nara hubung lainnya belum dikonfirmasi.
  2. Informasi setiap hari itu berbeda beda. Ada informasi yang mengalami perubahan. Misalnya kominfo dpt hari ini, dan pustik mengeluarkan secara terbuka 2 hari kemudian.
  3. Kita belum post itu karena belum di tanda tangan oleh wr3. Informasi itu asalnya satu dari univ. Informasi yang kita share, informasi dari kampus. Bahasa surat dr pustik itu secara umum saja, tapi tidak ada point klarifikasi apa apa.

Saran kedepannya dari Presma BEM Unram 2020, kalau bisa, setelah ini kita bentuk satu grup info kampus yang terintegrasi.

PENDISTRIBUSIAN DANA ORMAWA

Ada beberapa Ormawa yang mengajukan proposal salah satunya HMD akuntansi yang mengadakan lomba, tetapi permasalahannya dana yang diberikan disetiap kegiatan hanya 1 juta dan dana untuk hadiah juga tidak dapat dicairkan dan pajaknya juga naik 5%. Dengan demikian, adapun tanggapan dari Ketua BEM FEB, terkait pendanaan tersebut jadi  Awalnya ketika di bulan Februari, lokakarya. Terkait sistem dikeluarkannya dana tersebut terjadi miskomunikasi. Semua berawal dari lokakarya itu. Sehingga uang temen temen ormawa yang mengadakan kegiatan tidak cair. Kami juga paham bahwa tidak akan cukup jika dana di sebuah kegiatan hanya diberikan sebesar 1 juta.Permasalahan ini cukup rumit, karena yang seharusnya berapapun dana yang dialokasikan untuk Ormawa fakultas, itu sudah menjadi hak Ormawa untuk dipergunakan oleh Ormawa itu sendiri terlepas untuk  kegiatan apapun itu. Jadi agar tidak menimbulkan kecurigaan terkait prosedur yang ada, disarankan untuk mengadakan audiensi dan libatkan birokrasi yang ada. Karena hingga saat ini tidak ada aturan yang mengatakan pencairan dana Ormawa diberikan 1 juta per kegiatan melainkan diberikan sesuai permintaan Ormawa itu sendiri.

 KUOTA MAHASISWA

Bagaimana terkait permasalahan kuota yang belum didistribusikan, mengingat kuliah yang terus menerus online menggunakan zoom, YouTube, dll? Terkait permasalahan kuota, pihak birokrasi menerapkan sistem pemberian saldo sebesar 50.000 kepada mahasiswa melalui aplikasi link aja, media tersebut digunakan karena dirasa cukup efektif dalam proses pendistribusian karena sebelumnya sudah diberlakukan pada Mahasiswa Baru SNMPTN dan hasilnya cukup baik. Namun proses tersebut juga tetap akan dievaluasi efektivitasnya untuk mahasiswa lama.

Terkait belum adanya pendistribusian kuota hingga saat ini salah satunya disebabkan karena terkendala banyaknya libur nasional. Hal itu juga kemudian disampaikan oleh WR 2 bahwa ada beberapa pihak yang tidak mau tanda tangan kontrak diluar jam kerja mereka karena libur. Namun untuk bulan ini ada beberapa mahasiswa yang melaporkan telah menerima saldo link aja, jadi untuk teman-teman yang lain diharapkan untuk menuggu.

 SARANA DAN PRASARANA

Salah satu permasalahan yang dirasakan teman-teman D3 yaitu kantin yang letaknya cenderung lebih dekat ke fakultas kedokteran dibandingkan dengan D3 sendiri sehingga kantin tersebut kemudian didominasi oleh temen2 dari fk. Selain itu juga ada wacana pembangunan di gedung D3 namun hingga saat ini belum terealisasikan. Selanjutnya mengenai “Kantin Alumni” yang segera akan dibangun. Kita bingung untuk merespon apakah akan senang atau sedih mengingat sebelum ada rencana pembangunan ini, kami mahasiswa feb juga sudah berdesak-desakan ketika parkir apalagi jika sebagian lahan parkirnya akan digunakan untuk pembangunan kantin.

Terkait dengan permasalahan posisi kantin, Persoalan tersebut tidak dapat diangkat. Untuk pembangunan juga tidak bisa dilaksanakan secepat itu melainkan ada banyak proses yang harus dilakukan. Oleh karena itu silahkan dicek dulu usulan pembangunan yang ada di fakultas.

Untuk permasalahan pembangunan “Kantin Alumni” itu sah-sah saja mengingat sekarang Unram sudah menjadi BLU (Badan Layanan Umum). Terkait dengan permasalahan parkiran akan dipikirkan kembali kedepannya bagaimana oleh Dekanat Fakultas. Dengan demikian, silahkan dari teman-teman fakultas untuk tetap follow up pembangunan tersebut jangan sampai kampus kita dijadikan ladang bisnis yang kemudian manfaatnya hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang melainkan  harus dapat dirasakan oleh seluruh mahasiswa FEB, contoh kecil seperti diberdayakannya Danus dan UKFK yang ada.

 

0
0