(BEM UNRAM)-  Sudah 75 tahun lamanya bangsa ini memproklamirkan kemederkaannya, sebagai salah satu kekuatan penting dalam memupuk semangat persatuan dan kesatuan. Jalan panjang berliku yang penuh dengan keringat dan air mata, serta menguras emosi bagi siapa saja yang mampu meresapi semangat pergerakan dan perjuangan para pahlawan dan pendiri negeri ini. Seperti halnya Bung Karno yang mengatakan bahwa perjuangannya akan lebih mudah karena melawan penjajah, tetapi perjuangan generasi yang akan datang akan lebih berat, karena melawan bangsanya sendiri. Begitulah potret negeri ini yang kita lihat hingga saat ini, dimana pemimpinnya seakan lupa dengan bangsanya sendiri.

Ironi nyata yang menggugah hati dan nurani generasi penerus bangsa, yang menyaksikan para penguasa negeri ini seolah abai dengan situasi dan kondisi bangsa ini. Sebuah fakta nyata yang terpampang sebagai salah satu keprihatinan kita bersama bahwa hingga saat ini pemerintah belum mampu untuk menjamin kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemandangan nyata yang menjadi ironi bagi seluruh elemen bangsa ini, bahwa bertambahnya usia negeri ini tidak menjamin kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh elemen bangsa dan negara. Berbagai masalah yang muncul silih berganti di negeri ini seolah memperlihatkan sikap penguasa yang tidak pro terhadap rakyat.

Dalam periode saat ini, permasalahan yang muncul semakin terpampang nyata. Bagaimana tidak, berbagai bentuk aturan dan kebijakan yang dibuat pemerintah cenderung mendiskriminasi dan menyengsarakan rakyat kecil. Banyak hal, mulai dari upaya pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Terenggutnya hak berdemokrasi, pelanggaran HAM, ketimpangan pendidikan, biaya kesehatan yang mahal, reprisifitas terhadap gerakan rakyat, dan berbagai bentuk ketimpangan lainnya yang terjadi di negeri ini. Sebuah ironi yang dapat kita saksikan bersama bahwa berbagai masalah yang muncul masih banyak memperlihatkan ketimpangan yang muncul terhadap pemenuhan hak rakyat.

Situasi pandemi semakin memperparah kondisi yang ada, dimana semakin memperlihatkan lemahnya pengaturan tata kelola pemerintahan di negeri ini. Lemahnya jaminan kesehatan rakyat, meningkatnya pengangguran, hak berdemokrasi yang mulai dibatasi, menurunnya ekonomi dalam negeri, ketidaksetaraan dan ketimpangan pendidikan, dan berbagai bentuk masalah lainnya yang muncul. Hal ini merupakan wajah nyata dari pemerintah yang hingga saat ini masih belum menemukan jalan keluar terhadap berbagai masalah di negeri ini. Gambaran nyata menjadi perenungan bersama dalam momentum bertambahnya usia negeri ini.

Momentum kemerdekaan Indonesia harusnya menjadi refleksi kita bersama, bahwa situasi dan kondisi bangsa ini tidak sedang baik-baik saja. Masih banyak hal yang perlu untuk segera dibenahi dan menuntut kepekaan para penguasa negeri ini untuk mengambil langkah cepat dan tepat dalam memperbaiki kondisi yang ada. Kondisi yang mampu memberikan jaminan, kesejahteraan, perlindungan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, kami akan terus mengawal seagala kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat, dan kami akan terus menyuarakan segala keresahan dan kepentingan masyaraka umum.

 

 

Pernyataan SIKAP BEM UNRAM :

  1. Mendesak pemerintah memperhatikan pendidikan ditengah pandemi.
  2. Menolak semua rancangan UU yang tidak pro rakyat.
  3. Mendesak pemerintah untuk menjamin hak demokrasi rakyat.
  4. Stop reprisifitas terhadap gerakan rakyat.

 

 

0
0