Perjuangan aktivis mahasiswa dan rakyat bergelora di seluruh wilayah indonesia.

UU KPK dan RKUHP yang merupakan isu sentral se-Indonesia ditolak habus-habisan oleh para rakyat terutama aktivis mahasiswa.

Nusa Tenggara Barat melalui gerakan 26 September 2019 (G26S) melakukan aksi serentak dengan membawa tagline aksi “9 Tuntutan Rakyat” bergerak dari Universitas Mataram menuju kantor DPRD NTB. Massa aksi yang berjumlah 10.000 orang dari kalangan mahasiswa, pemuda dan rakyat menuntut DPRD NTB menyatakan sikap untuk menolak RUU Kontroversial tersebut. Aksi berlangsung damai, sampai Kepolisian NTB menembakkan gas air mata ke massa aksi hingga keadaan semakin tidak kondusif, sikap DPRD NTB yang tidak ingin menyatakan sikap menolak atas tuntutan tersebut harus dibayar mahal kepada Mahasiswa.

Selanjutnya Mahasiswa dan Rakyat kembali turun dalam Aksi Gerakan 30 September DPRD (G/30S/DPR) atas nama aliansi “Rakyat NTB Menggugat” kali ini memfollow up tuntutan yang kemarin dengan tagline “11 Tuntutan Rakyat”.

Aksi berlangsung alot, sampai jam 16.00 DPRD NTB tidak menemui massa aksi dan tidak mau menyatakan sikap, sampai salah seorang anggota DPRD menyampaikan hasil yang sama dengan tuntutan G26S yang ditolak mentah oleh massa aksi. Sampai dengan waktu 18.00 DPRD NTB tak kunjung menyatakan sikap, massa aksi bertahan di lokasi sampai sekitar jam 19.00 sampai akhirnya dibubarkan paksa oleh Kepolisian NTB sekitar jam tersebut.

Atas respon DPRD NTB terhadap jawaban tuntutan mahasiswa yang ditanggapi dengan kepentingan kelompok bukan atas Kedaulatan Rakyat.
Kami atas nama BEM Universitas Mataram, dengan Nama Rakyat menyatakan sikap :

1. Mengutuk Keras Sikap DPRD Nusa Tenggara Barat yang mengambil keputusan tidak atas kepentingan dan kedaulatan rakyat melainkan kepentingan partai politik dan kelompok terhadap tuntutan aksi G26S & G30S-DPR.
2. Memghimbau kepada seluruh mahasiswa dan aktivis juang G/30S/DPR untuk tetap menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban dan tidak mudah percaya dengan isu-isu yang beredar.
3. Menghimbau seluruh mahasiswa dan rakyat untuk terus berada pada medan juang, sampai permasalah-permasalahan negara tuntas.

4. mengecam pihak kepolisian yang menangkap dan memburu mahasiswa dan aktivis di NTB.

Sampai permasalah rakyat tuntas, maka selama itu para pejuang hak rakyat akan terus berkobar.
Panjang Umur Perjuangan !

Ttd. Ahmad S N
Mentri Sosial Politik BEM UNRAM 2019
Narahubung : 087865290150

Mengetahui,
M.Amri Akbar
Presiden Mahasiswa Universitas Mataram

0
0