Mataram (BEM UNRAM) – Aliansi Rakyat NTB Menggugat kembali melakukan aksi lanjutan di depan Gedung Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD Prov. NTB), Senin (30/9). Aksi diikuti oleh BEM Se-NTB, OKP, Paguyuban, dan kalangan masyarakat. Masa aksi berjumlah sekitar 5.000 masa memenuhi Jalan udayana. Masa aksi melakukan longmarch dari Unram menuju Gedung DPRD Prov. NTB. Aliansi kembali dengan membawa tuntutan yang sama yaitu meminta komitemen dari DPRD Prov. NTB untuk melanjutkan aspirasi rakyat.

Aliansi Rakyat NTB Menggugat memuali aksi dengan melakukan longmarch dari Unram. Masa mulai berkumpul dari pukul 09.00 wita dan mulai bergerak jam 10.00 wita. Masa aksi berjumlah 5.000 orang terdiri dari berbagai elemen seperti BEM Se-NTB, OKP, Paguyuban, dan kalangan masyarakat. sebagai identitas aspirasi yang dibawa adalah murni dari rakyat NTB maka aliansi ini hanya menggunakan bendera merah putih.

Pukul 11.00 masa aksi tiba di Gedung DPRD Prov. NTB dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. Masa aksi memulai orasi ilmiah dimulai dari korlap hingga perwakilan dari masyarakat. Tidak masa aksi tiba dan melakukan orasi, Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie, SH., MH., kelluar menemui masa aksi. Isvie berjanji akan membawa semua aspirasi dari mahasiswa ke Jakarta hari ini.

“Saya akan membawa seluruh aspirasi ini ke Jakarta hari ini,” Ujar Baiq Isvie.

Masa yang mendengar statement dari Baiq Isvie langsung merasa kecewa karena bukan hanya itu yang menjadi tuntutan masa aksi. Masa yang menginginkan DPRD NTB berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tuntutan yang dibawa oleh masa aksi.

Muhammad Amri Akbar selaku koordinator umum (Kordum) Aliansi Rakyat NTB Menggugat membacakan 11 tuntutan rakyat untuk ditandatangani oleh Baiq Isvie selaku Ketua DPRD NTB. Pernyataan Sikap 11 Tuntutan Rakyat
1. Menolak hasil revisi UU KPK yang melemahkan KPK dan menerbitkan PERPU KPK.
2. Evaluasi RKUHP kontroversial.
3. Cabut izin korporasi yang melakukan pembakaran hutan.
4. Mengecam segala bentuk rasisme dan militerisme terhadap papua.
5. Tolak revisi RUU pertanahan yang tidak pro rakyat.
6. Tolak revisi UU pemasyarakatan yang tidak pro rakyat.
7. Tolak dan revisi RUU No. 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan yang tidak pro terhadap buruh.
8. Drop kebijakan kesehatan yang berbau Asuransi (BPJS)
9. Mengecam dan tindak tegas oknum kriminalisasi aktivis dan rakyat. Serta menuntut kepolisian menuntaskan pelaku penembakan mahasiswa di Kendari.
10. Mengutuk keras MENRISTEKDIKTI dan Rektor yang membatasi ruang demokrasi mahasiswa
11. Mempertegas sikap DPRD NTB atas segala tuntutan berdasarkan kedaulatan rakyat bukan atas tendensi parpol.

Namun tak lama menemui masa aksi, Baiq Isvie langsung meninggalkan masa aksi yang merasa kecewa mendengar jawaban tersebut. Masa aksi yang kecewa terus melakukan orasi sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh Ketua DPRD NTB. Masa aksi menyampaikan semua aspirasinya dengan tertib. Sesekali masa aksi juga mengamankan provokator yang sempat melemparkan batu ke arah aparat kepolisian. Namun aksi provokator tersebut mampu diredam sehingga tidak terjadi kericuhan. Tidak ada kericuhan yang berarti terjadi pada aksi kali ini yang menimbulkan banyak korban seperti aksi pada, Kamis (26/9).

Setelah lama melakukan orasi dan negoisasi akhirnya perwakilan dari DPRD NTB keluar menemui masa sekitar pukul 16.45 wita. perwakilan dari DPRD NTB keluar menemui masa aksi dengan membawa jawaban tertulis dari Ketua DPRD NTB. Jawaban yang diterima masa aksi sama seperti jawaban yang diterimanya saat aski sebelumnya. Dengan jawaban tersebut masa aksi yang kecewa meneriaki perwakilan DPRD NTB tersebut. Masa aksi terus bertahan di lokasi dan memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD NTB.

Kericuhan mulai tak terbendung saat alat pengeras suara di mobil komando masa aksi tidak berfungsi. Masa aksi yang kehilangan komando dari kordum dan korlap yang kemudian masa mulai memaksa masuk ke DPRD NTB. Pihak kepolisian langsung mengambil tindakan tegas dengan menembakan air dari mobil watercanon. Masa kembali mereda setelah amri menenangkan masa aksi menggunakan sound sistem dari pihak kepolisian.

Hingga pukul 18.00 wita masa aksi masih bertahan dilokasi aksi walau sudah dihimbau oleh kepolisian untuk meninggalkan lokasi karena sudah melewati batas waktu yang sudah ditentukan. Masa aksi yang bersikeras tetap tinggal di lokasi dengan sisa masa yang ada.

Sekitar pukul 19.30 wita ratusan aparat mulai memukul mundur masa aksi. Kericuhan tidak terelakan karena masa aksi menolak untuk meninggalkan lokasi. Masa aksi mulai melemparkan batu kearah aparat kepolisian. Lemparan batu kemudian dibalas dengan peluru karet dan water canon. Banyak masa yang melarikan diri ke Islamic Center dan rumah warga.

Sekitar pukul 21.00 wita situasi sudah bisa diatasi oleh aparat kepolisian. Sekitar 26 terduga provokator diamankan oleh pihak kepolisian. Sampai saat ini belum diketahui jumlah korban yang jatuh dari pihak masa aksi dan kepolisian.
(ton)

0
0