Oleh : Lalu Aryapanji Adipatiwrdana

Kampus berasal dari bahasa Latin; yaitu campus yang berarti “lapangan” luas”, “tegal”. Dalam pengertian modern, kampus berarti sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Bisa pula berarti sebuah cabang daripada universitas sendiri.

 

Dalam kenyataannya, kampus merupakan tempat mahasiswa berkreasi dan membentuk karakter. Dalam dunia kampus terdapat begitu banyak unit kegiatan mahasiswa yang siap menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, melatih dan menyiapkan kita menghadapi dunia persaingan dalam meraih pekerjaan. Dalam Dunia kampus, kita sering mendengar sebutan pejabat kampus, yaitu sebutan untuk kawan-kawan kita sebagai aktivis kampus yang masuk dalam wadah pergerakan mahasiswa yang disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ).

 

BEM  bergerak dan menyelesaikan permasalahan dalam semua bidang yang ada dikampus. Tak terkecuali juga tentang permasalahan negara. Tatkala mendapatkan gelar kaum intelektual dan diberi sebuah tanggung jawab moral sebagai agen perubahan dan kontrol, maka BEM  bergerak disemua lini untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

 

Tentu tidak bisa kita lupakan bagaimana peran mahasiswa saat dulu berhasil menggulingkan rezim yang sejatinya menganut sistem diktator atau ingin memiliki kekuasaan mutlak. Pada saat itu, mahasiswa melihat celah yang pas untuk menjatuhkannya. Tahun 1998, Indonesia mengalami krisis moneter yang mengakibatkan melonjaknya harga barang di pasar sehingga masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Aksi demi aksi dilakukan di semua daerah. Mahasiswa berdiskusi mencari solusi atas keadaan ini. Akhirnya, tepat 21 tahun yang lalu, ribuan mahasiswa memadati jalan di istana negara. Bentrok tak terhindarkan, banyak nyawa yang melayang. Namun, ha itu tak menyurutkan semangat juang para pemuda saat itu.

 

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya Rabu, 26 Juni 2019, Mahasiswa Universitas Mataram berkumpul memenuhi gedung rektorat membawa 12 tuntutan yang harus segera terselesaikan. Mahasiswa bersuara lantang, tangis menyertai semangat para mahasiswa yang mengeluhkan mahalnya biaya perkuliahan sebuah kampus negeri rasa kampus swasta. Dalam beberapa tuntutan mahasiswa, salah satunya tuntutannya ialah penghapusan uang pangkal yang nominalnya tinggi dan dipatok rata di semua Fakultas tanpa memandang pekerjaan dan penghasilan wali murid. Setelah melakukan rapat dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, akhirnya pihak birokrasi menjawab semua tuntutan mahasiswa salah satunya dengan melakukan penghapusan atas uang pangkal dengan melengkapi beberapa persyaratan yang di tekankan oleh pihak birokrasi. Mahasiswa mendapatkan hasil sesuai tuntutan, biaya perkuliahan dapat terselesaikan. Namun, ada tuntutan yang sampai sekarang tidak bisa terselesaikan, yaitu ada kasus suap KKN (Kuliah Kerja Nyata) – yang dilakukan oleh Fakultas Hukum pada masa Bulan Januari 2018-

 

Kasus KKN bukanlah suatu permasalahan baru dalam skala Universitas Negri. Menurut saya, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan – khusunya di fakultas Hukum – karena seperti yang kita tau bahwa yang berkuliah di sana bukan hanya warga sipil melainkan aparat sipil. Praktek suap sering saya jumpai, misalnya dalam seminar skripsi para aparat sipil sampai peniadaan KKN bagi aparat sipil dan yang lebih buruknya terjadi jual beli skripsi. Namun, mata mahasiswa tertutup oleh kebijakan fakultas yang memanjakan mata seolah semua baik-baik saja.

 

“Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.” (Ali bin Abi Thalib)

 

Begitulah kondisi bangsa saat ini, khususnya pihak birokrasi kampus yang bisa kita capai sebagai penjahat kampus. Posisinya sebagai pemegang tambuk kekuasaan membuatnya semena-mena. Struktural yang dibuat secara terperinci sehingga permainan dapat dengan mudah dimenangkan. Melihat situasi yang menguap kepermukaan seperti ini, apakah mahasiswa akan diam saja?

 

“Kezhaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik.” (Ali bin Abi Thalib)

 

#OpiniMahasiswa

#Opini

0
0