Oleh : M. Muhtar Mandele

Cerita ini berdasarkan rasa kebingungan yang selalu berputar pada titik yang sama. Kebingungan akan pola birokrasi kampus HA HA HI HI

Saya igin membagi pola birokrasi kampus HA HA HI HI ini dengan beberapa tahapan yang nantinya bisa lebih ditelaah cara permainannya.

Pola pertama “Lunak dan Lembut”
Tahapanya : menerima segala masukan dan berterimakasih
Pola ini dibungkus dengan cara birokrasi menerima dan sangat berterimakasih sebesar-besarnya atas segala apa saja informasi yang berkaitan tentang kampus. Mahasiswa yang kesuliatan dalam bayar uang kuliah, kondisi gedung yang rusak, kegiatan belajar-mengajar yang tidak maksimal, fasilitas kampus yang masih banyak dikeluhakan mahasiswa, dan sampai penerimaan mahasiswa baru serta perubahan nominal pembayaranya. Hal tersebuat akan selalu diterima dengan lunak sebaik mungkin oleh birokrasi dan akan muncul ucapan lembut yakni “Terimkasih sudah menyampaikan informasi nak… kami akan tangani. Tungu saja. Tunggu dan tunggu serta terus menunggu” .

 

Pola kedua “ Mempertimbangkan dan Banyak Delik ”
Tahapanya : kebingungan dan memberi solusi membingungkan

Pola yang kedua ini lebih mengarah kepada adanya jawaban konkrit yang diharapkan oleh Mahasiswa. Mahasiswa sudah menyampaikan rentetan tawaran kebijakan yang sepenuhnya untuk kepentingan mahasiswa. Saya akan sampaikan beberapa contoh hal penting yang diperjuangankan Mahasiswa yakni pada saat awal isu pemberlakukan pintu megah yang niatnya akan dikomersilkan, mahasiswa menuntut arah keuangannya harus jelas. Kemudian jumlah LCD yang harus ditambah karena masih saja ada kekurangan dibeberapa fakultas yang mengakibatkan mahasiswa harus antri untuk menggunakan LCD tersebut. Kondisi ruangan yang rusak, fasilitas pendukung seperti AC atau kipas angin yang sudah buluk perlu diganti dengan yang baru. Kondisi parkiran yang tidak aman, kondisi meja dan kursi yang mulai keropos, serta sulitnya akses internet di beberapa sudut kampus.

Kemudian sampailah pada tuntutan keuangan mahasiswa yakni dana untuk Kegitan Mahasiswa yang masih terhitung minim. Dana unit kegiatan mahasiswa baik setingkat universitas maupun fakultas masih belum maksimal dan merata sehingga sering kegiatan menjadi tidak maksimal. Belum lagi masalah verifikasi grade yang masih sembarangan, dimana ada beberapa fakultas yang menjadikan tahap wawancara dengan data ringan ( punya kendaran atau tidak, wah HP nay bagus, wah baju yang digunakan keren, wih anda pakek kincu dll) adalah tolak ukur baku. Hal ini mengakibatkan banyak terjadi peningkatan level grade. Karena sasaranya adalah MABA (Mahasiswa Baru) yang masih sangat baru di univeristas ini, maka sedikit sekali yang berani menanyakan “ kenapa grade saya menjadi bertambah levelnya di kampus HA HA HI HI ini????”.

Setalah semua ini disampaikan maka mulailah birokrasi membuat sebuah formulasi ucapan yakni “ masak seperti itu cara menaikan grade?. Astaga tidak boleh seperti itu, tenang nak kami akan tindak lanjuti hal-hal semacam itu. Oh ya nak, silahkan fotokan ruangan kelas yang rusak. Baik nak, LCD dan AC atau kipas angin ini akan kami lihat kondisi keuangan kampus terlebih dulu. Memang nak, keuangan itu sesuai dengan pendapatan perFakultas masing-masing sehingga ada jumlah LCD yang melimpah ada yang tidak cukup jumlah LCD nya. Terkait parkiran, akan kami perbaiki. Silahkan saja desak birokrasi di fakultasnya ya agar dianggarakan semuanya. Semuanya ya dek semuanya. Hehe “.

Pola ketiga : Bersikeras dan tidak mau bergerak jika belum ada titah perintah. KAKU DIAWAL DAN LUNAK SETALAH DITITIK PENUTUPAN (ini trik khusus di dalam pola ketiga)
Tahapanya : merancang dan memaksimalakan uang baru yang akan masuk (mahasiswa baru)

Kampus HA HA HI HI mulai merencanakan kemudian menetapkan aturan baru terkait lumbung uang yakan didapatnya. Kampus HA HA HI HI menerpakan peningkatan biaya kuliah. Semisal nominal uang masuk per individu mahasiswa baru pada tahun 2018 adalah 100 ribu rupiah maka di tahun 2019 dinaikan menjadi 15 juta rupiah. Tidak peduli MABA ini orang yang mampu atau tidak mampu, intinya harus bayar. Karena ini kesepakatan dari semua unsur birokrasi kampus HA HA HI HI. Harapanya uang MABA ini dapat dimaksimalkan sebaik-bainya untuk kampus kita tercinta, kampus HA HA HI Hi.

Aturan baru ini akan muncul dan diterapkan berdasarkan SK pada bulan januari 2019 sedangkan MABA akan masuk kampus bulan Februari tanggal 1.

Mahasiswa seluruhnya mulai mempertanyakan hal ini. Aturan yang terkesan diad-adakan dan mencekik manusia ini harus ada solusi keringannya. Mahasiswa pun lagi-lagi menawarkan kebijakan yakni agar birokrasi kampus HA HA HI Hi jangan menaikan biaya uang masuk, apapun alasan dan dasarnya.

Namun lagi-lagi si birokrasi kampus menjawab dengan nada BERSIKERAS yakni “ ini adalah sebuah aturan, tidak bisa berlaku mundur. Kamu nak… harus paham itu. Walupun MABA menjerit, tapi inilah aturan hehehe”. Jawaban lain dari birokrasi adalah “ OK kami akan menurunkan biaya uang masuk awal kuliah bagi MABA namun ini sudah mau habis waktu penutupan pendaftaran ulang si MABA. Seandainya saja pimpinan teratas kampus mau mengizinkan segera peurunan. Maka birokrasi yang bukan pimpinan akan melanjutkan titah dan perintah tersebut. Jadi intinya jawaban kami, kemungkinan besar aturan atau solusi yang kalian cari bisa birokrasi terapkan nanti pada saat penerimaan MABA tahun 2020. Ok santai, selow kan ini Kampus HA HA HI HI. Tenang saja tenang. Mahasiswa harus keritis ya, tapi keritisnya tahun depan saja “.

Apa yang harus dilakukan mahasiswa jika kisah itu ada di dunia nyata???

SAYA MENGANJURKAN AGAR MAHASISWA HARUS BERANI MELAKUKAN GERAKAN BESAR JIKA SEMUA MASALAH YANG DISAMPAIKAN TIDAK DIINDAHKAN DENGAN BAIK. SEMBARI TERUS MENGUMPULKAN DATA DAN KAJIAN SECARA SEKSAMA. HARUS ADA CARA YANG MUNCUL, SALAH SATUNYA YAKNI MENYAMPAIKAN PENDAPAT SECARA BESAR-BESARAN KEPADA BIROKRASI KAMPUS.

NAMUN INGAT HAL INI AKAN PERCUMA JIKA KITA TIDAK CUKUP BERANI UNTUK BERTINDAK.

#OpiniMahasiswa

#Opini

 

 

0
0