Oleh: Irwan

Merdeka!
Untuk yang kesekian kalinya kita mencoba merasa merdeka. Bersama seluruh lapisan masyarakat Indonesia kita seakaan mengulang-ulang kembali seremoni Agustus-an. Kita semua menyatu dalam bingkai kebersamaan dan hanyut dalam suasana kegembiraan.

Dengan berbagi cara kita mencoba memaknai kemerdekaan. Namun, di tengah riuh kegembiraan dan perayaan tersebut selalu ada suasana paradoks yang dirasakan. Kegembiraan di lorong-lorong gang, serta pajangan-pajangan baliho ucapan selamat, tidak seutuhnya wajah asli kita. Anak-anak riuh bersorakan bukan sepenuhnya menggambarkan realitas kehidupan mereka. Karena di tengah perayaan kemerdekaan, sejatinya ada pedih yang tersimpan. Sebab, perayaan kemerdekaan sering kali salah dimakanai serta gagal menjadi jembatan penghubung antara generasi pejuang dan geenrasi pembangun.

Kemerdekaan ini tidaklah lahir begitu saja. Tidaklah didapatkan dengan mudah, melainkan diperjuangkan dengan nyawa. Dan negeri ini dibebaskan dengan derita para pejuang yang berusah hidup dalam kungkungan penjajah.

Perayaaan kemerdekaan tidak seharusnya dihabiskan dengan agenda seremoni belaka, melainkan kita harus mampu menghadirkan kesadaraan akan tugas di masing-masing zaman. Dan generasi hari ini harus segera menyadari bahwa sekarang adalah masanya untuk melanjutkan perjuangan. Sehingga kedepan agenda-agenda kita akan berorientasi pada optimalisasi perjuangan. Dengan menyadari kondisi seperti ini, secara tidak langsung kita telah memenuhi amanat para pendahulu kita. Begitulah takdir berhutang budi yang melekat dalam sebuah bangsa.

Sehingga kedepan, setiap kali perayaan kemerdekaan berlangsung, kita tidak lagi berorientasi pada pesta semata, melainkan berfokus pada proses teransformasi spirit antara generasi pejuang dan juga generasi pembangun.

Generasi hari ini sudah mepunyai peta jalan, namun lagi-lagi ia perlu mengambil spirit perjuangan di generasi sebelumnya. Dilain sisi generasi hari ini harus tetap responsife dan ikut mencari formulasi baru guna menerjemahkan tantangan zaman yang dialamatkan kepadanya.

Mari, tugas kita kedepan masih panjang. Tantangan-tangan pun kian berat dihadapi. Namun, kita hadir bukan untuk berkeluh kesah, melainkan terus menjadi jembatan perjuangan untuk bangsa dan Negara.

Merdeka!

 

#Opini

 

0
0