Mataram – BEM Universitas Mataram melakukan kunjungan ke-5 dalam agenda Roadshow Sosialisasi Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Selasa (13/8).

Setelah beberapa hari yang lalu mengadakan kunjungan  ke BEM Poltekkes, BEM Unram  melanjukan kunjungan ke-5 ke BEM STP Mataram . Masih seperti kunjungan sebelumnya ke IKIP Mataram, Unizar, BEM Ummat, dan BEM Poltekkes, BEM Unram memaparkan hal yang sama terkait tugas struktural BEM Unram sebagai koordinator Wilayah Bali Nusra, struktur kepengurusan dan agenda BEM SI dan Kordinator isu serta ajakan untuk ikut andil dalam struktural BEM SI yang telah menghimpun kampus-kampus besar di Indonesia sampai  kepada pelaksanaan Munas ke XIII BEM SI yang akan dilaksanakan di Unram pada Februari 2020 yang merupakan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional BEM SI di Bangka Belitung. Selain terkait pergerakan BEM SI, aliansi Forum Perempuan BEM SI juga ikut dibahas dalam pertemuan ini.

BEM Unram disambut antusias oleh rekan-rekan STP Mataram dan menyambut kedatangan BEM Unram dengan terbuka. Dalam roadsow kali ini BEM Unram juga ditemani langsung oleh Sekjend dari BEM Unram dan panita Munas BEM SI devisi Humas. Diskusi yang berlangsung selama 2 jam disertai dengan sesi tanya jawab, kawan-kawan STP Mataram menanyakan terkait dengan manfaat bergabung dalam BEM SI itu sendiri. “Tentu saja menambah link dan menjaga silaturrahmi sahabat, kawan, dan saudara .” Jawab tenang saudara Lalu Aryapanji Adipatiwardana selaku pj roadhshow BEM SI di Lombok.
Pertanyaan kedua juga datang dari salah satu anggota BEM STP Mataram mengenai Hasil rapat kerja BEM SI yang dijadikan sebagai Gugatan Mahasiswa, “Kenapa kasus yang diangkat kasus novel Baswedan, kenapa tidak pendidikan?” Pertanyaan tersebut di jawab langsung oleh Sekretaris Jendral BEM Universitas Mataram saudara Mukhtar Mandele dalam penjelasannya terkait hal ini.

“Karena mahasiswa itu harus hadir di segala lini, seperti yang kita tau kasus novel ini merupakan kasus yang tidak terselesaikan sampai sekarang. Ada apa sebenarnya ini, jangan sampai keberadaan mahasiswa dipertanyakan. Sering kita dengar pertanyaan-pertanyaan seperti, mana mahasiswa 98? mana taring mahasiswa? Nah, tujuannya tak lain untuk meredam pertanyaan seperti itu agar tidak muncul lagi. Seperti yang kita tau, kita bekerja saja dianggap tidak bekerja, apalagi hanya diam, maka dari itu tugas dari mahasiswa sebagai agen control dan isu pendidikan itu merupakan isu yang wajib karna di dalam UU sudah jelas bahwa semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak” jelas Sekjend BEM Unram tersebut.

Salah seorang anggota dari kementrian sosial politik BEM Unram juga angkat bicara, “apakah teman2 mengetahui khasus Wj Tukul? Dia merupakan seorang aktivis yang tenggelam kasusnya sampai sekarang dan jangan sampai hal itu terjadi lagi.” kata Ilham menambahkan.

Diskusi yang berlangsung semakin menghangat dipenghujung waktu, hingga salah seorang anggota BEM STP mengeluarkan pertanyaan sekaligus statementnya terhadap BEM SI, “Kenpa kok saya lihat BEM SI ini seperti oposisi?” Akan tetapi, pernyataan tersebut langsung disanggah oleh saudara Wahyudi selaku Dirjen di kementrian Sosial Politik BEM Unram menjelaskan bahwa BEM SI bukan sebuah oposisi, melainkan refresentasi dari keberhasilan pemerintah pada saat ini, jika pemerintah keluar jalur maka kita akan luruskan itulah kenapa mahasiswa disebut agen kontrol dan perubahan.

Kunjungan ini adalah kunjungan ke-5 dalam rangka roadshow sosialisasi BEM SI tahun 2019,  masih ada kunjungan ke beberapa kampus lagi di bagian pulau sumbawa, Bali, NTT bahkan di lombok sendiri.

(pan) 

 

0
0