Oleh : Lalu Aryapanji Adipatiwrdana

“Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”. Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt: “Mereka berkata: Kami dengan ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim,” (Al Anbiyaa:60, Tafsir Ibnu Katsir III/183).

Kebahagiaan dan kasih sayang adalah naluri dasar setiap insan. Semua orang berlomba dan bekerja keras siang dan malam untuk mendapatkannya hingga terkadang ia lupa akan dirinya. Inilah jiwa pemuda. Jiwa yang penuh gelora dan semangat membara, hingga ketika seorang pemuda sudah tidak lagi punya semangat, harapan dan cita-cita dalam hidupnya maka sesungguhnya ia telah menua sebelum ia tua.

 

Imam syafi’i pun berkata, “Tidaklah mungkin orang yang punya mimpi dan bercita-cita besar hanya duduk berpangku tangan. Tinggalkanlah watan dan kenyamanan maka kau akan menemukan gantinya karena kenikmatan hidup didapatkan setelah kau melewati kelelahan”. Begitupun pepatah mengajarkan, “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakitlah terlebih dahulu, dan bersenang-senaglah kemudian

 

Dalam hidup ini, salah satu tujuan kita adalah membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dan cintai, kita mungkin mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi, untuk mewujudkan hal tersebut, akan membutuhkan waktu yang cukup lama, terlebih lagi perlu juga semangat yang tak kenal lelah, bohong namanya jika pengen sukses tapi malah malas dan tidak berusaha sama sekali. namun jika demikian begitu, katakanlah ” saya berani untuk ingin berubah menjadi lebih baik ”

Kita semua mungkin bertanya-tanya, apakah kita mampu untuk meraih semua yang diharapkan, apakah kita pantas mendapatkannya ? itu balik lagi tergantung pada diri kita masing-masing, bagaimana penilaian tentang kemauan untuk menjadikan kenyataan, kalo kamu punya target yang besar harus berusaha, tidak mungkin semua yang kamu harapkan datang begitu tanpa ada namanya perjuangan dan pengorbanan hidup, Salah satunya yaitu kamu harus berani “mengambil resiko”

 

#Opini

0
0