Oleh : Muhammad Istiqlal

Kita sering iri terhadap hasil bukan proses menuju hasil tersebut. Sungguh ini sangat tidak mengenakan dan menyakitkan hati.

Misalnya saja, seorang teman baru saja memenangkan lomba, berpose memegang piala kemudian memposting di sosial media. Anehnya, tiba-tiba ngilu di hati kita, iri ingin seperti dia.

Padahal kita tidak tahu berapa malam ia harus begadang untuk mempersiapkan diri, bahkan terkadang tidak tidur sama sekali.

Padahal kita tidak tahu berapa kali ia ingin menyerah sebab jalan yang di tempuh begitu susah.

Tapi ia lebih memilih untuk bertahan, ia pun berhasil melewati “neraka” itu. Maka, bayangkan andai saja kita iri dengan perjuangannya bukan hanya hasilnya. Sungguh tak terbayang semelesat apa kita menjelma?

Karena iri pada proses akan menggerakkan kita, menggelorakan api yang sempat redup bahkan padam, namun iri hanya pada hasil seringkali membuat kita menjadi pengumpat dan meremehkan perjuangan.

#OPINI 

 

0
0