Mataram (BEM UNRAM) – Universitas Mataram membebaskan uang pangkal bagi calon mahasiswa baru jalur mandiri dengan memenuhi syarat kurang mampu menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk memenuhi 14 kriteria dari BPS calon mahasiswa baru harus memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

 

Syarat penghapusan uang pangkal bagi calon mahasiswa baru menuntut harus memelampirkan KIP, KIS, dan KKS. Untuk kepemilikan 3 kartu sekaligus bagi calon mahasiswa baru dirasa memberatkan karena persebaran dari 3 kartu yang tidak merata bagi masyarakat msikin. Terdapat masyarakat hanya memiliki KIP dan tidak memiliki KIS dan KKS begitu juga sebaliknya. Namun, dalam perjalanannya terdapat kasus yang hampir sama yaitu pada mahasiswa penerima Bidikmisi. Mahsiswa kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi harus melampirkan KIP atau surat keterangan tidak mampu dari Dinas Sosial.  Mahsiswa pengaju bidikmisi tidak harus menyertakan 3 kartu.

 

Dari tahun ke tahun Calon Mahasiswa Baru jalur mandiri memiliki dilema yang sama yaitu pembayaran Uang Pangkal dalam waktu yang singkat. Singkatnya waktu pembayaran Uang Pangkal membuat mahasiswa tidak melakukan daftar ulang dan gagal menjadi mahasiswa UNRAM. Maka diperlukan kebijakan baru yang harus mengakomodir mahasiswa jalur mandiri seperti penangguhan waktu pembayaran Uang Pangkal. Dengan penangguhan waktu pembayaran Uang Pangkal akan memberikan waktu bagi mahasiswa jalur mandiri untuk mencari dana dan melengkapi persyaratan bebas uang pangkal bagi mahasiswa kurang mampu (msikin).

 

Pembayaran UKT dan Uang pangkal tahun ajaran 2019/2020 dilakukan dari tanggal 2 – 8 Agustus 2019. Tahun 2019 Uang pangkal meningkat bervariatif dari 25% sampai 100%. Contoh, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan Managemen memiliki UKT grade 5 sebesar minimal 5 juta dan uang pangkal sebesar 15 juta. Maka, orang tua/wali harus membayar 20 juta dalam tempo 7 hari. Kewajiban membayar UKT dan Uang Pangkal sekaligus saat daftar ulang terkesan seperti komersialisasi Pendidikan. Karena jika tidak membayar sebesar UKT dan Uang Pangkal yang sudah dipatok dalam waktu 7 hari maka calon mahasiswa baru jalur mandiri tidak lulus menjadi Mahasiswa UNRAM.

Berangkat dari beberapa permasalahan yang dihadapi oleh calon mahasiswa jalur mandiri maka kami dari BEM mengusulkan :

  1. Persyaratan pembebasan uang pangkal bagi mahasiswa kurang mampu (miskin) cukup dengan melampirkan Kartu Indonesia Pintar atau surat keterangan tidak mampu dari Dinas Sosial sesuai dengan persyaratan pengajuan beasiswa bidikmisi.
  2. Memberikan penanguhan untuk pembayaran uang pangkal bagi mahasiswa jalur mandiri yang tidak dapat membayar pada saat daftar ulang dari tanggal 9 agustus – 8 september 2019.

(ton)

0
0