Mataram (BEM UNRAM) – Kasus suap Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terjadi di Unram masih belum terungkap. Kasus yang menjadi salah satu tuntutan masa aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) yaitu mengusut dan memberikan sanksi kepada mahasiswa dan oknum suap KKN, Rabu (26/6).

 

“mengusut dan memberikan sanksi kepada mahasiswa dan oknum yang terbukti melakukan suap dalam program KKN periode Desember – januari 2019,” Tuntutan AMPK dalam surat tuntutan.

 

Dalam jawaban Rektor akan mengusut kasus suap KKN dan menindak tegas oknum yang terlibat. ASN yang terlibat dalam kasus ini akan dipecat. Rektor menaruh perhatian tinggi pada kasus suap ini. Bentuk keseriusan rektor dengan membentuk Tim Investigasi dengan ketua tim Wakil Rektor I (Bidang Akademik), anggota tim dari unsur Senat, unsur pimpinan, dan Tim Hukum. Pada jawabannya Rektor juga mengatakan bahwa tim ini sudah mulai berkerja dan akan mengumumkan hasilnya 1 bulan setelah tim ini dibentuk.

 

“Sudah dibentuk Tim Investigasi dengan ketua Wakil Rektor I (Bidang Akademik), anggota Tim dari unsur Senat, unsur pimpinan, dan Tim Hukum dan saat ini sedang bekerja  dengan alokasi waktu 30 hari kedepan untuk menyelesaikan tugasnya, ” jawaban Rektor pada AMPK di depan lobi Rektorat, Rabu (26/6).

 

Rendi Sepriadi selaku Menteri Dalam Negeri BEM UNRAM terus melakukan follow up kasus suap KKN. Namun, sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban pihak Rektorat khususnya Wakil Rektor I bidang Akademik, Bapak Agusdin, SE., MBA., DBA. atas pelaku yang terlibat.

 

“Sudah saya lakukan follow up ke Rektorat khususnya Wakil Rektor I tapi beliau tidak ada ditempat, terus saya coba konfirmasi lagi ke bagian akademik. Katanya akan diadakan rapat finalisasi,” Ujar Rendi saat ditemui di Sekretariat BEM UNRAM, Jumat (26/7).

 

Tenggat waktu yang diberikan oleh Rektor UNRAM, Bapak Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum selama 30 hari sudah usai. Rendi menyangka ada permainan dibalik kasus suap KKN ini sehingga sampai waktu yang diberikan tidak mampu mengungkap pelaku yang terlibat.

 

“Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi dalam kasus suap KKN ini, karena ini sangat mencoreng nama baik kampus,” Lanjutnya.

 

Bem Unram akan  terus mengawal dengan ketat sampai pelaku yang terlibat di umumkan. Kasus yang telah mencoreng nama baik institusi Pendidikan dengan melakukan suap. BEM Unram siap melakukan Aksi jika oknum dalam kasus suap tidak diumumkan.

 

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai clear. Bahkan jika harus turun aksi lagi kami akan lakukan,” Tutupnya. (ton) 

0
0