Mataram (BEM UNRAM) – BEM Unram mengirmkan 2 delegasi dalam Rapat Kerja Nasional Forum Perempuan (RAKERNAS FP) BEM-SI. Ririn Nurattul Awalliyah selaku Koordinator Wilayah Bali Nusa Tenggara (Korwil Bali Nusra) dan Ade Sabrina sebagai Bendahara Kementerian Sosial Politik hadir dalam acara tersebut. Rakernas FP BEM SI dilaksanakan di Universitas Padjajaran selama 4 hari, 25-28 Juli 2019.

 

Rakernas FP BEM SI diikuti oleh puluhan kampus yang tergabung dalam Aliansi FP BEM SI. Rakernas dilaksanakan selama 4 hari di Universitas Padjajaran membahas program kerja dan arah gerakan selama satu tahun kedepan.

 

Terdapat 3 isu nasional yang dibawa dalam Rakernas FP BEM SI. Pembahasan mengenai Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). isu selanjutnya adalah Peran Perempuan dan Demokrasi. Dan yang terakhir adalah isu mengenai LGBT.

 

Ririn selaku Korwil FP Bali Nusra membawa 3 isu untuk dibahas dalam Rakernas. Kekerasan pada perempuan dan anak, Pernikahan dini, dan kasus Baiq Nuril. Isu tersebut diambil lantaran kondisi dari Bali Nusra yang masih sangat rentan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak. Tentu yang menjadi sebab kekerasan tersebut salah satu diantaranya adalah pernikahan dini yang masih marak di wilayah tersebut. Contoh kasus paling hangat adalah kasus pelecehan seksual yang dialami Baiq Nuril. Dengan keterkaitan dari 3 isu tersebut maka coba diangkat ke agenda Rakernas.

 

Hasil dari Rakernas FP BEM SI, Wilayah harus mampu mengembangkan jejaring keanggotaan disesuaikan pada fokus isu FP BEM SI. Melakukan pemetaan dan perkembangan isu dari setiap wilayah. Dan terus melakukan inovasi dan diversifikasi gerakan wilayah oleh setiap wilayah. (ton)

0
0