Mataram (BEM UNRAM) – Sosialisasi bahaya pernikahan dini digelar Bem Unram Bersama BKKBN NTB dan Forum Genre di Dusun Teres Genit, Desa Bayan, KLU. Sosialisasi dihadiri puluhan siswa SMPN 4 Satap Bayan beserta Ketua Komite dan beberapa guru, Sabtu (20/7).

Edukasi pernikahan dini sangat dibutuhkan oleh siswa di pelosok desa karena tingkat pernikahan dini masih tinggi. Tingginya angka pernikahan dini disebabkan pengetahuan tentang bahaya pernikahan dini masih minim. Tercatat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) marak kasus pernikahan dini. Daerah tersebut antara lain Kecamatan Bayan dengan jumlah tertinggi 1.021 kejadian.  

Muhammad Isnaini Hamidi, selaku panitia Kemah Bakti Mahasiswa 2019 menuturkan, sosialisasi ini diadakan sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya fenomena pernikahan dini di masyarakat NTB. Sehingga, perlu adanya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya remaja dusun Teres Genit untuk mencegah dan mengurangi tingkat pernikahan dini.

Selain itu, Amri, ketua BEM UNRAM dalam uraian materinya mengajak seluruh remaja untuk fokus meraih cita-cita dan pendidikannya dibanding melakukan tindakan yang dapat menjurus pada pergaulan bebas dan pernikahan dini.

Dalam pemaparan materi oleh BKKBN dan Forum Genre mengajak siswa SMP Satap Bayan untuk lebih peduli pada masa depan mereka. Siswa yang dalam segi umur masih terbilang labil akan lebih mudah mengambil keputusan berdasarkan emosi. Hal itu menyebabkan angka pernikahan dini meningkat. Oleh karena itu edukasi terhadap pernikahan dini harus selalu digalakan. (didi)

0
0