Mataram (BEM UNRAM) – BPBD NTB menerima audiensi Bem Unram terkait penanggulangan bencana didaerah Lombok. Audiensi diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, Kamis (18/7) pukul 10.00 WITA.

Pak Kholik akrab disapa menjelaskan bahwa ada banyak kendala dalam pengelolaan bantuan dilapangan sehingga bantuan tersendat. Data Anomali mengatakan bahwa kendala dilapangan sangat berbeda dengan data di BPBD. Keadaan ini menjadi kendala BPBD NTB mengeksekusi bantuan karena harus ada perubahan SK terlebih dahulu. Salah satu kasus  anomali adalah NIK. Secara umum ada tiga kasus yang ditemui dimasyarakat terkait NIK ini.

Pertama, ada masyarakat NTB yang tidak mempunyai NIK. Tidak ada NIK otomatis tidak bisa diproses juga pencairan dana. Kedua, satu rumah ada beberapa kepala keluarga dengan satu NIK. Hal ini secara otomatis tidak bisa terima bantuan karena hanya satu rumah. Ketiga, punya rumah tapi tidak punya NIK.

“Kasus ini sedang diperjuangkan untuk mendapat bantuan dengan cara menggunakan surat keterangan dari kepala desa,”

ujarnya dipertemuan itu.

Ia terbuka apabila ada kajian dari Bem Unram. Pihaknya akan sama-sama mengkaji apabila ada temuan baru di lapangan karena itu akan membantu pihak BPBD NTB.

“Silahkan saja jika ada, nanti kita lihat hasil kajiannya,”

Ujarnya ketika ditanyakan terkait temuan lain dimasyarakat.

Data dari BNPB NTB akan diolah BEM Unram. Tak hanya data yang didapat dari BNPB ,Bem Unram juga akan turun ke beberapa titik terdampak gempa di NTB. (ade)

0
0