Mataram – BEM UNRAM bersama BEM Fakultas melakukan audiensi bersama Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Se-Universitas Mataram dan beberapa Kepala Bagian. Dilaksanakan di ruang sidang rektor lt. II, Senin (15/7) membahas  UKT Program Reguler Sore.

“ini merupakan bentuk jawaban dari tuntutan mahasiswa pada saat demonstrasi  oleh  bapak rektor  untuk diberikan perubahan atau grade UKT pada mahasiswa eks-reguler sore,”

ujar Dr. Kurniawan, SH., M.Hum. selaku Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan saat membuka diskusi.

Untuk tindak lanjut dari tuntutan aksi mahasiswa, Rabu (26/6) beberapa hari sebelum pembayaran UKT. Rektor mengeluarkan surat edaran untuk melakukan verifikasi terhadap mahasiswa Eks-Reguler sore, Kamis (27/6). Surat edaran rektor menimbulkan reaksi dekan fakultas. Dekan kewalahan dalam melakukan verifikasi mahasiswa dengan jumlah banyak dalam jangka waktu singkat.

“mereka kesulitan melakukan verifikasi pada mahasiswa yang jumlahnya 5-6 ribu orang. Misalnya di pertanian jumlahnya 580, Fakultas Hukum 1.300, dan ekonomi yang paling banyak sekitar 4000an mahasiswa ,”

lanjut Pak Kurniawan.

Awalnya pemberlakuan grade UKT eks-reguler sore akan diberlakukan semester genap 19/20. Keputusan ini diambil dari hasil rapat WR  II dengan dekan fakultas tanpa melibatkan mahasiswa di dalamnya, Selasa (9/7). Pertimbangan yang diambil adalah masalah waktu yang cukup mepet dengan pembayaran UKT yang akan dimulai, Senin (1/7). Waktu singkat membuat pihak fakultas dan WR II memilih untuk memberlakukannya semester depan.

“pada saat rapat Bersama bapak-bapak dekan karena masalah waktu maka kami sepakat untuk memberlakukannya semester depan,”

ucapnya.

Muh. Amri Akbar selaku Presiden Mahasiswa BEM UNRAM menyampaikan tanggapannya dalam sesi tersebut. Beliau memberikan analisisnya tentang pemberlakuan grade eks-reguler sore. Amri akrab disapa menekankan pemberlakuan grade ini memang harus dilakukan semester ini dengan pertimbangan mahasiswa yang kurang mampu untuk membayar UKT.

“Unram harus mampu mengakomodir semua mahasiswa walaupun itu jumlahnya tidak banyak. Dan tugas kami sebagai BEM memang harus selalu memperhatikan kesejahteraan mahasiswa,”

Sebut Amri selaku PRESMA BEM UNRAM.

Amri menambahkan tidak menutup kemungkinan akan ada mahasiswa eks-reguler sore yang tergolong kaya membayar lebih cepat sebelum pemberlakuakn sistem grade. Beliau menekankan jangan sampai yang menjadi patokan birokrasi adalah mahasiswa yang mampu membayar UKT karena memang kemampuan finansial tinggi. Jangan sampai melupakan ada mahasiswa eks-reguler sore tidak mampu membayar.

“jangan sampai karena ada mahasiswa yang mampu membayar maka itu dijadikan patokan,”

Tegas Amri.
Aksi Mahasiswa Peduli Kampus, Rabu (26/7)

Presma BEM UNRAM menekankan birokrasi harus memberikan kebijakan untuk mahasiswa dengan fiansial rendah untuk diberikan kebijakan khusus. Kebijakan yang bisa diambil seperti diberikan beasiswa tanpa melakukan tahap selesksi karena memang terbukti kurang secara finansial.

Dalam audiensi tersebut turut ikut serta dekan yang hadir memberikan pendapat yang mengapresiasi langkah BEM Unram dalam advokasi mahasiswa kurang mampu. Para dekan memberikan pandangan tentang kasus yang terjadi dengan terbuka. Namun, hampir sama seperti hasil rapat pada Selasa (9/7) masih terkendala pada waktu.

Dengan berbagai pertimbangan dan statement yang dilontarkan maka dapat diambil jalan tengah oleh WR II untuk pemberlakuan grade eks-reguler sore akan diberlakukan semester ganjil 19/20. Pemberlakuan ini hanya berlaku pada mahasiswa eks-reguler sore yang tidak mampu dan mengisi data yang disediakan oleh BEM UNRAM.

Awal data yang dikumpulkan Bem Unram sebanyak 680 mahasiswa dan diberikan waktu perpanjangan sampai, Senin pukul 16.00 untuk mengumpulkan data.

Senin pukul 16.15 wita bem unram membawa 1078 data mahasiswa kurang mampu ke ruangan WR II. Selanjutnya akan dilakukan tahap memasukan data sebanyak 21 indikator mulai dari tanggal 16-19 Juli oleh mahasiswa sendiri. Pengisian data akan dilakukan di sireg.unram.ac.id dengan data 1078 mahasiswa kurang mampu yang sudah diterima WR II selain data tersebut tak dapat di proses. Selasa (23/7) grade UKT eks-reguler sore keluar dan pembayaran dapat dilakukan 24-31 Juli. (ton)

0
0