Mataram – BEM UNRAM dan 5 BEM Fakultas melakukan melakukan audiensi dengan Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan terkait kejelasan mengenai penurunan UKT bagi mahasiswa reguler sore. Audiensi dilakukan, Jumat (12/7) Pukul 10.00 di Ruang WR II.

 “penurunan gread UKT bagi regular sore mulai berlaku semester depan sesuai dengan hasil rapat para Dekan fakultas,”

Ucap Bapak Dr. Kurniawan, Sh., M.Hum selaku WR II Universitas Mataram.

Dari hasil Audiensi yang di adakan diruangan WR II lt. 2 gedung Rekotorat Universitas Mataram, penurunan grade UKT untuk regular sore belum bisa diterapkan semester ganjil 19/20. Kebijakan tersebut diambil dengan rapat yang dilakukan bersama Dekan se-Unram, Selasa (9/7).

Muh. Amri Akbar menanggap kebijakan WR II dan Dekan Fakultas bertentangan dengan jawaban Rektor pada aksi, Rabu (26/6). Beliau meminta kebijakan agar mahasiswa yang sedang melakukan proses banding UKT diberikan perpanjangan waktu.

“Apabila gread UKT mulai diberlakukan semester depan, minimal bisa melakukan banding UKT bagi teman-teman kita yang tidak bisa membayar UKT,”

Ujar Presma BEM Unram yang akrab disapa Amri.

Amri juga meminta agar dalam setiap pengambilan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa, birokrasi mau melibatkan mahasiswa dalam proses tersebut. Karena mahasiswa yang menjadi objek paling mengetahui bagaimana kebijakan tersebut diberlakukan.

“Kenapa kami selalu meminta dilibatkan dalam pengambilan kebijakan karena contohnya saja mahasiswa baru yang salah email dalam proses verifikasi saja lapor pada BEM,”

Sebut Amri.

Untuk menindak lanjuti permintaan dari Mahasiswa, Wakil Rektor II akan mengadakan rapat Bersama seluruh Dekan dan BEM pada Senin (15/7). Beliau berharap agar tidak ada lagi ketidakpercayaan antara mahasiswa dengan birokrasi.

“Besok kita akan tunjukan faktanya. Hari senin akan saya undang dan sekarang saya akan buatkan undangannya,”. (ton)

tutur Wakil Rektor II.
0
0