Universitas Mataram akan menerapkan pintu elektronik mulai 22 Juli 2019 dan kini sedang dalam tahap sosialisasi dan uji coba dari tanggal 24 Juni sampai 21 Juli 2019. Tahap sosialisasi dan uji coba ini memberikan tak sedikit respon negatif dari pengguna jalan.

Mahasiswa FISIPOL mengeluhkan jauhnya jarak tempuh saat ingin ke fakultas masing-masing. Contohnya saja, dulu apabila kita masuk dari jalan Majapahit dan ingin menuju FISIPPOL hanya perlu jarak sekitar 50 meter. Sekarang harus memutar dulu dan melewati 7 Fakultas seperti FATEPA, FEB, FH, FT, FAPERTA, FATERNA, dan FKIP baru bisa sampai di FISIPOL.

Tidak hanya mahasiswa FISIPOL yang mengeluh tapi dosen dan pegawai juga mengeluh dengan rekayasa lalu lintas yang diterapkan karena membuat mereka harus memutar. Tentu saja itu akan menghabiskan waktu dan bensin. Waktu mereka akan terbuang percuma karena harus mengikuti rekayasa lalu lintas yang memaksa mereka berputar.

Tidak hanya waktu tempuh yang bertambah tapi juga resiko keamanan yang dihadapi saat keluar dari pintu gerbang keluar di dekat Gedung FISIPOL. Civitas akademika yang keluar dari gerbang itu harus sangat ekstra hati-hati karena harus menghadapi pengendara yang melaju kencang. Jalan disana bisa terbilang pertemuan arus lalu lintas yang cukup padat. Civitas akademika harus menghadapi pengendara dari arah Jln. Swakarya Raya menuju Jln. Majapahit kemudian pengendara dari arah Jln.Majapahit yang berseliweran. 

Terkait waktu tempuh dan kemanan dari civitas akademika dengan penerapan pintu elektronik yang masih dalam tahap uji coba. Nampaknya rekayasa lalu lintas yang diterapkan juga masih belum efektif dari segi keamanan dan waktu tempuh. Diharapkan kedepannya lalu lintas saat penerapan pintu eletronik mampu diefisienkan. Agar civitas akademika yang memiliki mobilitas yang tinggi bisa dengan cepat menuju tempat tujuan dengan aman.(afdp)

0
0