Mataram – Aksi Rabu (26/6) oleh ratusan mahasiswa Unram menghasilkan 13 jawaban dari Rektor UNRAM. Salah satu diantaranya melakukan sistem grade UKT bagi Mahasiswa Unram reguler sore.

“pemberlakuan sistem grade UKT pada mahasiswa reguler sore untuk semua angkatan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jawaban Rektor dalam surat jawaban atas pernyataan sikap mahasiswa yang ditandatangani Rabu, (26/6).

Kamis (11/7) belum ada kejelasan terkait kapan sistem grade UKT akan diberlakukan. Fakultas Pertanian yang sempat mengeluarkan surat edaran verifikasi grade UKT reguler sore yang dikeluarkan, Senin (8/7) dengan nomor surat 1231/UN18.2/KP/2019. Keesokan harinya, Selasa (9/7) dicabut.

Muh. Amri Akbar Selaku Presma BEM Unram kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh birokrasi dengan melempar tanggung jawab. Kekecewaan Amri bertambah karena pengambilan kebijakan tersebut tanpa melibatkan mahasiswa.

“seriuskah mereka (birokrasi : red) melibatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan. Karena dalam hasil tuntutan kita ketika aksi harus melibatkan mahasiswa dan seharusnya kalau sudah ada Surat edaran dari Fakultas Pertanian maka verifikasi sudah bisa dilakukan. Namun, keesokan harinya surat edaran itu dicabut ,” Ujar Amri saat ditemui di lapangan rektorat, Kamis (11/7).

Menurutnya birokrasi kampus tidak memiliki keseriusan dalam realisasi tuntutan mahasiswa. Mahasiswa Unram dibiarkan bimbang antara bisa diberlakukan sistem grade atau tidak pada semester ganjil tahun 2019/2020. Tindakan saling lempar bola yang dilakukan oleh pihak rektorat ke fakultas dan sebaliknya. “Di Fakultas FEB menunggu instruksi dari pihak Rektorat, sedangkan pihak rektorat menyerahkan proses verifikasi ke fakultas. Lalu siapa yang akan bertanggung jawab?,” tutupnya. (ton)

0
0